Sunday, June 26, 2011

catatan mengenai kematian


Catatan ini merupakan salah satu tulisan yang dikumpulkan dan dipelajari pak rosul sekitar tanggal 5 Januari 2011.

sumber: http://islambrowser.blogspot.com/2010/11/last-moment-of-imam-al-ghazali.html

English Translation
On Monday the 18th December IIII Abu Hamid Muhammad or known as Imam Al Ghazali awoke. At dawn he performed prayer and prepared himself for his death. He asked his younger brother, Ahmad Ghazali to bring his burial shroud, kissed it, stretched himself full length; breathed his last.

And underneath his head rest they found the following verses; composed by him, probably, during the night.

Say to my friends when they look upon me dead
Weeping for me and mourning me in sorrow
Do not believe that this corpse you see is myself.
In the name of God I tell you it is not I
I am a spirit and this is nothing but flesh
It was my abode and my garment for a time.
I am a treasure, by a talisman kept hid,
Fashioned of dust which served me as a shrine.
I am a pearl which has left it’s shell deserted
It was my prison where I spent my time in grief.
I am a bird and this body was my cage
Whence I have now flown forth and it is left as a token,
Praise be to God Who has now set me free
And prepared for me my place in the highest of the heaven.
Until today I was dead though alive in your midst.
Now I live in truth with the grave-clothes discarded.
Today I hold converse with the saints above.
Now with no veil between I see God face to face
I look upon the tablet (Lawh Al-Mahfuz) and therein I read
Whatever was and is and all that is to be.
Let my house fall in ruins. Lay my cage in the ground.
Cast away the talisman. It is a token, no more.
Lay aside my cloak. It was but my outer garment.
Place them all in the grave. Let them be forgotten.
I have passed on my way and you are left behind
Your place of abode was no dwelling-place for me.
Think not that death is death. Nay, it is life,
A life that surpasses all we could dream of here.
While in this world we are granted sleep.
Death is but sleep, a sleep that shall be prolonged.
Be not afraid when death draws near.
It is but the departure for this blessed home
Think of the mercy and love of your Lord,
Give thanks for His Grace and come without fear.
What I am now even so shall you be
For I know that you are even as I am.
The souls of all people come forth from God.
The bodies of all are compounded alike.
Good and evil alike it was ours.
I give you now a message of good cheer.
May God’s peace and joy for evermore be yours.

-This is only a translation.
Wallahu a’lam - Allah Knows best - والله أعلم

Terjemahan Melayu

Pada hari Isnin, 18hb Desember, IIII Abu Hamid Muhammad atau lebih dikenali sebagai Imam Al Ghazali bangkit. Di subuh itu selepas selesai solatnya, beliau bersedia untuk menghadapi saat kematiannya sendiri. Dia meminta dari adiknya Ahmad Ghazali untuk membawakan kain kafannya lalu beliau menciumnya. Setelah dibentang lalu berbaring dia di atasnya.


Imam Al Ghazali pun menghembuskan nafas terakhirnya di subuh iaitu pada hari Isnin, 18hb Desember, IIII.


Di bawah bantalnya ditemukan bait-bait berikut, ditulis oleh Imam Al Ghazali ra, barangkali pada malam sebelumnya.

“Katakan pada para sahabatku, ketika mereka melihatku, mati
Menangis untukku dan berduka bagiku
Janganlah mengira bahawa jasad yang kau lihat ini adalah aku

Dengan nama Allah, ku katakan padamu, ini bukanlah aku,
Aku adalah semangat, sedangkan ini hanyalah daging

Ini hanyalah rumah dan pakaian ku sementara waktu.
Aku adalah harta karun, azimat yang tersembunyi,
Dibentuk oleh debu,yang menjadi singgasanaku,

Aku adalah mutiara, yang telah meninggalkan rumahnya,
Aku adalah burung, dan badan ini hanyalah sangkar ku

Dan kini aku terbang pergi dan badan ini ku tinggal sebagai kenangan
Puji Tuhan, yang telah membebaskan aku

Dan menyiapkan aku tempat di surga tertinggi,
Hingga hari ini , aku sebelumnya mati, meskipun hidup diantara mu.

Kini aku hidup dalam kebenaran, dan pakaian kubur ku telah ditanggalkan.

Kini aku berbicara dengan para malaikat diatas,
Tanpa hijab, aku bertemu muka dengan Tuhanku.
Aku melihat Lauh Mahfuz, dan didalamnya ku membaca
Apa yang telah, sedang dan akan terjadi.

Biarlah rumahku runtuh, baringkan sangkarku di tanah,
Buanglah sang jimat, itu hanyalah sebuah kenang2an, tidak lebih

Sampingkan jubahku, itu hanyalah baju luar ku,
Letakkan semua itu dalam kubur, biarkanlah terlupakan
Aku telah melanjutkan perjalananku dan kalian semua tertinggal.

Rumah kalian bukanlah tempat ku lagi.
Janganlah berpikir bahwa mati adalah kematian, tidak, itu adalah kehidupan,

Kehidupan yang melampaui semua mimpi kita disini,
Di kehidupan ini, kita diberikan tidur,
Kematian adalah tidur, tidur yang diperpanjang

Janganlah takut ketika mati itu mendekat,
Itu hanyalah keberangkatan menuju rumah yang terberkati ini
Ingatlah akan ampunan dan cinta Tuhanmu,

Bersyukurlah pada KaruniaNya dan datanglah tanpa takut.
Aku yang sekarang ini, kau pun dapat menjadi
Karena aku tahu kau dan aku adalah sama
Jiwa-jiwa yang datang dari Tuhannya

Badan badan yang berasal sama
Baik atapun jahat, semua adalah milik kita
Aku sampaikan pada kalian sekarang pesan yang menggembirakan
Semoga kedamaian dan kegembiraan Allah menjadi milikmu selamanya.

-Ini hanyalah terjemahan
Wallahu a’lam

No comments:

Post a Comment