Sunday, June 26, 2011

Jawaban atas puisi almarhum suami


Walaupun dia tidak lagi membaca apa yang kutulis atau menjawab apa yang kukatakan, tetapi lega setelah kutuangkan apa yang ada dihati untuknya...







Selangor, 23 Juni 2011
Untuk suamiku almarhum Mas Rosul tersayang

Sungguh puisimu indah, lebih indah dari keadaan ibu sebenarnya
Engkau memberi penghargaan yang jauh lebih bagus dari yang pantas ibu terima
Isterimu tidak sebaik yang engkau tuliskan..
Kalau ada keinginan kearah sana, hanya Allahlah yang pantas menerima pujian. Segala pujian hanya pada Nya kita haturkan
Allah masih sangat banyak menutupi keaiban yang ada pada diri isterimu.
Harap Allah SWT mengampunkan setiap dosa isterimu sehingga benar2 bersih, sehingga nyata apa yang telah engkau tuliskan di atas. Apabila sewaktu2 kembali kepada-Nya semoga diijinkan menghadap dengan khusnul khotimah.. Wallahua'lam bissawab
Suamiku, sepeninggalmu, sampai detik ini (sudah 3 bulan) air mata ini masih mengiringi kepergianmu. Aku tahu, harusnya kutahan untuk tidak menangis.. harusnya kutahan untuk tidak bersedih..Sudah kulakukan..tapi..
Duhai Tuhanku Yang Maha Mengetahui yang tersebunyi di hati, mohon berilah hamba kesabaran menghadapi ujian-Mu, azab-Mu, musibah-Mu ini dan mohon beri ampunan atas ketidakbersihan hati … ampuni hamba yaa Allah.. ampuni hamba….

Sesungguhnya, ibu telah ikhlas bahkan saat dokter mengatakan kemungkinan mas Rosul akan tiada tidak lama lagi… Ibu pun telah memasrahkan mas pada Allah..
Ibu teringat 'manual insan bergelar hamba Allah' yaitu Al Qur’an dan tuntunan Rosul serta cerita sahabat nabi apabila kita kehilangan orang yang dikasihi. Ibu coba terapkan semata2 karena mengharap ridho Allah.. juga demi kebaikan ibu, anak, mas Rosul serta keluarga kita di Yogya dan Lumajang.

Alhamdulillah, sekarang ibu menjadi yang Allah amanahi merawat 3 anak yang telah engkau tinggalkan..
Kepercayaan dari Allah untuk menjaga lisa hanif tifa ini sungguh amanah yang luar biasa.
Limpahan pahala atau gelimangan dosa dapat dituai sewaktu2 dalam pengasuhan anak2 ini. Yaa Allah yaa Tuhanku Yang Maha Mengatur, lindungilah hambaMu ini dari:
- Menghardik anak yatim
- Makan harta anak yatim
Yaa Allah yaa Tuhanku, mohon hindarkan hambaMu ini dari berbuat dosa.
Yaa Allah, Tuhan yang hanya pada Mu lah hamba memohon perlindungan.. mudahkan hamba dalam mengasuh ketiga anak tersayang ini, mereka yang telah menjadi anak yatim..
Mohon berilah hamba kemudahan mengasuh mereka menjadi:
- Anak sholekhah
- Hafal Al Qur’an 30 juz (semoga Allah juga memberi jalan ibu mengikuti jejak mereka), mengamalkan dan mengajarkannya
- Bahagia dan selamat dunia akherat
Aaamiiin ya rabbal ‘alamin….

Duhai suami yang kucintai, setitik ketabahan yang Allah sematkan pada saat engkau kembali kepada Illahi, ternyata pada masa selanjutnya memerlukan perjuangan yang terasa pahit tapi segera menjadi manis kalau mengingat janji Allah pada hambaNya yang bersabar.. inilah saat ibu seakan merasakan pendakian yang semakin menanjak.. Hanya nasehat pada diri sendiri, jangan mengeluh, sembunyikan tangis, sembunyikan kesedihan, pada Allah saja merintih, mengadu dan memohon.

Suamiku tersayang, dalam sembilan hari terakhir bersama ibu, beberapa kali engkau menyatakan kerisauan nantinya cinta ibu akan memudar padamu. Beberapa kali pula ibu jawab bahwa engkau sangat kucintai, engkau jauh lebih baik dari yang ibu bayangkan dulu mengenai siapa jodoh ibu. Ibu hanya memohon dipertemukan dengan yang diridhoi-Nya. Ternyata engkaulah yang didatangkan Allah SWT kepadaku dan kusyukuri engkau sebagai suamiku. Engkau sungguh suami terbaik yang pernah dipinjamkan Allah kepadaku. Rasullullah pernah bersabda yang intinya sebaik2 perhiasan dunia adalah isteri yang sholekhah. Bagi ibu, demikian juga sebaliknya engkau suami yang sholeh, sungguh indah kala ibu memandangmu. Sungguh tenang dan bahagia kala engkau memperlakukan ibu dengan sangat baik. Ibu tahu, engkau pun sangat memegang erat nasehat Rasullullah mengenai sebaik2 lelaki adalah yang bersikap paling baik kepada isteri dan anak2nya. Ibu menjadi saksi bahwa engkau telah bersikap sangat baik kepada isteri demikian juga terhadap anak2 kita, sungguh.

Malam terakhir sebelum engkau dibawa ke rumah sakit, engkau telah bermimpi pergi menggunakan mobil baru impian kita yang baru engkau beli dalam mimpimu bersama kakeknya lisa yang telah meninggal hampir 4 th lalu. Hal tersebut kau ceritakan padaku pagi itu beberapa jam sebelum engkau merasakan kesakitan yang sangat di kepala. Harapan ibu, engkau pergi dengan kendaraan amal impian yaitu kendaraan amal sholeh yang bagus sehingga mampu menghantarkanmu diterima dengan suka cita oleh yang Maha Memiliki.
Allah memang telah memberikan banyak tanda-tanda mengenai kepergianmu..
Semakin mengukuhkan keimanan bahwa ajal suamiku tersayang memang sudah sampai waktunya. Kalimah Allah mengenai ajal tidak dapat dimajukan dan tidak dapat diundurkan, sungguh merupakan penenang hati ibu… engkau sudah sampai waktunya kembali kepada Ilahi. Ibu juga sudah sampai waktunya mengembalikan mas kepadaNya dengan sepenuh keikhlasan. Aduhai Tuhanku, Allah Azza wa Jalla tolong berikan keikhlasan dan kekuatan serta ketabahan yang tak berkesudahan….

Sekitar 3 hari sebelum engkau dibawa ke rumah sakit, engkau katakan bahwa kalau kita telah rampung (rampung S3? atau rampung dari kehidupan di dunia?) kita sekeluarga pergi istirahat ke Karimun Jawa.. Insya Allah mas, semoga kami (ibu dan anak2 kita) nanti bisa menyusulmu untuk sama2 ke syurganya Allah.. sama2 ditempatkan di tempat orang2 yang dikasihi Allah.. sehingga kita bisa merasakan karimun jawa-nya syurga, tempat yang lebih indah dari karimun jawa di dunia fana. Kami insyaAllah sedang persiapkan bekal untuk bisa khusnul khotimah sehingga bisa mencapai cita2 kita tersebut.
Beberapa hari sebelumnya, engkau pun telah katakan pada ibu nanti kita akan pulang bersama2 ke Lumajang…. Sepertinya kata2mu ini sudah terlaksana sayang, bersama ketiga anak kita, engkau dan ibu telah pulang ke lumajang dalam satu pesawat walaupun engkau telah meninggal dunia…

Sayangku, wasiatmu sungguh wasiat yang sangat mulia..iman dan amal sholeh.. InsyaAllah senantiasa kami ingat2 dan amalkan.. untuk anak dan ins cucu serta muslimin/mat di sekitar kami. Ya Allah…sayangilah suamiku ini, Mas Rosul senantiasa bersabar, bahkan pada saat sakitnya, tidak pernah keluar keluhan dari bibirnya. Kalimah-Mu mengenai ganjaran bagi orang2 sakit yang bersabar sungguh diimani oleh Mas Rosul. Nasehat Nabi Muhammad mengenai indahnya dan nikmatnya buah kesabaran apalagi pada saat kita sakit diterapkan dalam kesakitanmu suamiku. Suamiku sangat pengharapkan penyucian dari-Mu yaa Allah…

Sayangku, sejak kita menikah sampai menjelang Allah memanggilmu kembali keharibaan-Nya, setiap kita selesai sholat berjamaah engkau membalas ciumanku pada tanganmu, engkau cium pula tanganku selepas kucium tanganmu. Tidak pernah berubah, telah engkau mulakan sejah menikah dan kau akhiri ketika akhir hayatmu. Sungguh, itu membekas dalam hati. Engkau lebih sering menyuapiku daripada diriku menyuapimu suamiku. Dikau sungguh baik, bagaimana ibu dapat menghapus bayanganmu setelah apa yang telah engkau lakukan padaku..duhai suamiku yang sholeh…

Suamiku tercinta, engkau lelaki pujaan yang berhati mulia… semoga Allah telah menyambutmu dengan sebaik-baik penyambutan. Sakaratul maut-mu semoga telah menjadi pembersih dirimu dari dosa. Roh mu semoga merupakan roh yang wangi melebihi harumnya kasturi. Semoga setelah nyawa suamiku dicabut, roh telah naik dibawa dengan penuh kehormatan dan kasih sayang oleh malaikat ke atas disambut oleh malaikat2 dengan suka cita di setiap pintu langit dari langit pertama sampai langit ketujuh. Semoga pula engkau sampai ke arasy Allah dan Allah mengijinkan engkau memandang wajahNya… Wallahualam bissawab

Saat engkau dikembalikan ke kubur untuk menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir semoga engkau telah lancar menjawabnya dengan bekal iman dan amal sholeh yang dengan izin Allah telah engkau perteguh dalam kehidupan di dunia. Malaikat pun dengan suka cita insya Allah telah menerima jawabanmu dan telah menduga sebelumnya bahwa engkau akan menjawab demikian… maka..insyaAllah engkau telah dilapangkan kubur sejauh mata memandang, dibukakan pintu syurga… sehingga hembusan angin syurga dapat engkau rasakan dan diterangkan kuburmu….diberi kenikmatan dan rizki dari-Nya. InsyaAllah engkau pun telah ditidurkan selayaknya tidur pengantin yang bahagia dan nantinya hanya dibangunkan oleh kekasihmu…. Aamiin…. Aamiin…

Suamiku, insyaAllah do’a selalu kami kirimkan mengharap ampunan Allah azza wa jalla keatasmu………


Yang insyaAllah selalu mencintaimu,

Wiwik Puji Mulyani

3 comments:

  1. Saya menangis ..alm suami 4 bulan yang lalu dipanggil Allah SWT ,semoga kita tetap bersabar atas takdir dari Nya..

    ReplyDelete