Tuesday, June 28, 2011

Penuhi Syarat Menyintai Allah dan Rasul-Nya

Tulisan ini disampaikan oleh syeikh Abdul Qadir Al-Jailani di Madrasah al-Ma'murah, ahad 9 Jamadilakhir 545H. Namun demikian tulisan ini telah saya ringkas sedemikian rupa tidak dengan maksud mengurangi kandungannya. Buku yang saya jadikan sumber berjudul wasiat dan nasehat kerohanian AL-Sayyid Syaikh Muhyiddin Abdul Qadir Al-Jailani. Kuala Lumpur, Hidayah Publication, 2008.

Telah datang seorang lelaki pada suatu ketika kepada Rasulullah SAW. dan berkata kepada baginda, 'Sesungguhnya aku menyintaimu dan cinta pada Allah 'Azza wa Jalla.' Maka Rasulullah bersabda yang artinya, 'jadikan cobaan sebagai pakaianmu dan jadikan fakir sebagai jilbabmu.'

Jika kita mengharapkan dapat menyintai Allah maka mesti memenuhi syarat-syaratnya antara lain menyetujui segala qadha dan qadar-Nya tanpa sedikitpun timbul kekesalan dalam hati. Sedangkan syarat cinta kepada Rasul, seseorang itu hendaklah mengamalkan sifat sebagaimana sifat-sifat baginda. Sebagai contoh kewujudan cinta kepada Rasulullah SAW, Abu Bakr al-Shiddiq telah mendermakan seluruh hartanya untuk kepentingan agama dan bersifat seperti sifat Rasulullah dan bersekutu dengan Rasulullah dalam kefakiran. Beliau menyetujui dan menaati Rasul zahir dan batin secara rahasia maupun secara terang-terangan.

Menerima cobaan dengan penuh keredhaan merupakan salah satu syarat menyintai-Nya. Manusia menghadapi bermacam cobaan termasuk penyakit (zahir dan bathin, yang sebenarnya penyembuhnya adalah hanya satu. Oleh karena itu berlindunglah kita kepada-Nya serta tidak berpaling dari-Nya, niscaya kita akan dapat melihat seluruh kebaikan di dunia dan akherat. Kedudukan yang sedemikian hanya dapat dicapai dengan memelihara Islam, meninggalkan dosa, baik nyata atau terselubung. Selanjutnya memelihara diri dengan cara zuhud terhadap dunia yang mubah dan yang halal. Selanjutnya merasa kaya dengan anugerah Allah, dan berzuhud dari anugerah2 itu, dan hanya mencari kekayaan dengan taqarrub jepada Allah. Apabila pencarian ini benar, maka semua anugerah-Nya akan ditumpahkan kepada kita dan terbukalah untuk kita pintu bagian kita, pintu gerbang kelembutan-Nya, rahmat dan nikmat-Nya. Ketika itu dicabutlah dunia darimu lalu dibentangkan sampai penghijungnya. Semua ini telah terjadi pada auliya' Allah yang membenarkan ilmu-Nya dengan ketaqwaan mereka.

No comments:

Post a Comment