Monday, June 27, 2011

Perkara yang sebaiknya dilakukan oleh yang sedang diuji dengan musibah oleh Allah

Orang yang sedang diuji oleh Allah dengan musibah sebaiknya melakukan hal-hal berikut:


a. Bersabar menghadapinya.
Sangat dianjurkan untuk bersabar dan tidak melakukan hal yang diharamkan oleh syara'. Ibnu Taimiyah pernah menyatakan bahwa: "para ulama berpendapat bahwa hukum sabar ketika ditimpa musibah adalah wajib." Ibnu Qayyim pun berkata, "Terdapat ijma bahwa bersabar wajib hukumnya ketika ditimpa musibah. Sabar adalah separoh dari iman karena iman terdiri dari sabar dan syukur.'
Sabar mengandung makna menahan diri dari hal-hal yang dibenci atau tidak disukai, menahan diri dari berkeluh kesah.

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya sabar itu ada pada benturan pertama." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Ibnu Majah, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i). Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata, Yang dimaksud dengan sabar menurut sabda nabi "sesungguhnya sabar itu ada pada benturan pertama" yaitu ketabahan hati pada saat musibah pertama kali menimpa hati. Inilah yang dikatakan sebagai kesabaran sempurna yang mendapatkan pahala. Al-Khathabi berkata, "Sabar yang pelakunya mendapat pujian adalah sabar ketika menghadapi musibah yang datang secara tiba-tiba. Hal ini berbeda dengan kesabaran ketika musibah telah berlalu." Seseorang diberi ganjaran atas ketetapan hati dan kesabarannya menghadapi musibah. Ibnu Qudamah berkata, "Orang yang ditimpa musibah dianjurkan memohon pertolongan kepada Allah, bersabar menghadapinya dan menjadikan sabar dan sholat sebagai penolongnya serta memohon pada Allah akan janji-janji-Nya sebagaimana yang tercantum dalam Al-Baqarah: 156-157. Disamping itu orang yang ditimpa musibah hendaknya mengucapkan istirja' (inna lillah wa inna ilaihi raji'uun),

b. Ridha menerima ketetapan dan ketentuan ALlah serta berserah diri pada-Nya.
Ini merupakan sikap mukmin yang agung yang bertawakkal kepada Allah, percaya kepada janji-janji-Nya, serta ridha menerima keputusan-Nya karena iman kepada Qadha' dan Qadar adalah salah satu dari rukum Islam.

c. Mengucapkan istirja'
Setelah mengucapkan istirja', boleh diteruskan dengan mengucapkan, "Ya Allah, berilah balasan kebaikan untukku atas musibah ini dan gantikanlah bagiku dalam musibah ini dengan sesuatu yang lebih utama." Seperti diriwayatkan Ummu Salamah, dia berkata, "saya pernah mendengan Rasulullah bersabda, "Tidaklah seorang hamba mengalami musibah, lalu ia mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji'uun. Ya Allah, berilah balasan kebaikan untukku dalam musibahku ini, dan gantikanlah bagiku sesuatu yang lebih baik darinya", melainkan Allah akan memberikan balasan kebaikan atas musibahnya serta menggantikan dengan sesuatu yang lebih baik darinya."
Ummu Salamah berkata, "Ketika suamiku, Abu Salamah meninggal dunia, akupun mengatakan seperti yang diajarkan Rasulullah padaku. Dalam kenyataannya, setelah itu Allah telah memberiku ganti seorang suami yang lebih utama dari Abu Salamah, yaitu Rasulullah." (HR. Malik, Muslim, Abu Daud, At-Tarmidzi).

d.Menyadari bahwa dunia ini adalah tempatnya ujian dan musibah
Kehidupan manusia didunia ini memang untuk dinilai kelulusannya dalam ujian. Ujian dapat bermacam-macam bentuknya. Dalam QS Al-Baqarah Allah SWT. berfirman, "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar."

e. Menyadari bahwa dirinya, keluarganya, hartanya; semuanya adalah milih Allah dan Dia berhak mengambil kembali

f. Menjadikan sabar dan sholat sebagai penolong. Telah termaktub dalam Al-Baqarah: 45. "Jadikan Sabar dan shalat sebagai penolongmu."
Sebagai seorang mukmin, tidak terbesit dalam hatinya ketika menghadapi musibah kecuali ingat pada-Nya karena ditangan-Nya kunci kelapangan.

g. Mengingat pahalan yang akan diberikan kepada orang yang bersabar ditimpa musibah. Penghargaan dari Allah itu berupa:

1. Surga. Allah berfirman, "Yaitu surga Aden yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka\ dari semua pintu (sambil mengucapkan), "keselamatan atasmu berkat kesabaranmu," Maka alangkah baiknya tempat kesudahan otu." (Ar-Ra'd: 23-24).

2. Dicukupkan pahala tanpa batas.
Allah berfirman,"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Az-Zumar:10).

3. Allah beserta orang yang sabar.
Kebersamaan ini adalah kebersamaan yang bersifat khusus seperti pertolongan-Nya, pembelaan-Nya dan Taufik-Nya. QS Al-Baqarah:153 "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."

4. Allah menyukai orang-orang yang sabar.
Allah berfirman, "Allah menyukaii orang-orang yang sabar." (Ali Imran: 146)

5. Bersabar atas musibah menghapus kesalahan2.
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bersabda, "Seorang mukmin dan mukminah masih menghadapi cobaan pada dirinya, anaknya, dan hartanya hingga dia menemui Allah (meninggal) dan didirinya tdk ada ada lagi satu kesalahan." (HR. At-Tirmidzi)

6. Mendapat berkah yang sempurna, rahmat dan petunjuk.
Allah SWT. berfirman, "Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk (Al-Baqarah: 157)

7. Ditinggikan derajadnya.
Sabda nabi, "Apabila disegerakan bagi hamba suatu kedudukan dari Allah yang tidak diperolehnya karena amalnya, niscaya Allah akan mengujinya, baik dalam tubuhnya, hartanya, anaknya, kemudian Allah menjadikannya bersabar atas ujian itu, hingga dia memperoleh kedudukan yang disegerakan baginya dari Allah." (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Diambil dari Tuntunan Takziah menurut Al-Qur'an dan Sunnah oleh Zhafir Ibnu Hasan Ali Jam'an. Judul asli At-Takziyah wa Ahkamuha fi Dhau' Al-Kibab wa As-sunnah. Diterjemahkan oleh Khoirul Amru H. Lc. M.Hi. Penerbeit: Pustaka Al-Kautsar, 2006.

No comments:

Post a Comment