Sunday, June 26, 2011

Puisi dari Suami tercinta


Beberapa hari setelah meninggalnya Pak Rosul, telah kujumpai puisi dari almarhum suami. Sungguh, sebenarnya saya sangat mengharapkan beliau menuliskan sesuatu untukku. Akhirnya ketemukan juga tulisan itu, bentuknya puisi dan ditulis sekitar 5 bulan sebelum beliau meninggal. Bahagia, haru yang sangat dalam dan bersanjung serta sedih saya rasakan campur aduk dalam hati. Ini dia puisinya... (Note: puisi ini saya balas pada tulisan selanjutnya)

UNTUK ISTERIKU
Oleh Mochamad Rosul
PUISI, Yogya 31 Oktober 2010

Sekuntum bunga harum wangi
Menebar keharuman ke seluruh negeri
Patah tumbuh hilang berganti
Membanting tulang untuk keluarga

Berjuang tak kenal henti
Membantu suami demi sesuap nasi
Bekerja demi anak dan suami
Demi ilahi rabbi

Sekian puluh tahun mengabdi
Membina akhlak anak dan suami
Dengan penuh semangat
Bak pejuang tak pernah gentar

Bagai sinar mentari
Memenuhi titah Tuhannya
Menyinari alam semesta
Tiada henti

Kau bagai sekuntum bunga
Memenuhi perintah sang Khalik
Tak kenal lelah menebar keharuman
Walau siang atau malam

Semangatmu berkobar
Ide-idemu mengalir
Kesabaranmu terus tumbuh
Kerja kerasmu tak kenal henti

Tangismu menyayat hati
Taubatmu teladan bagi kami
Ikhtiar sadaqah mensucikan harta
Akhlakul karimah idaman hati

Kau bagai oase di tengah gurun
Burung-burung singgah melepas dahaga
Tanaman tumbuh subur
Ikan berenang kegirangan

No comments:

Post a Comment