Tuesday, June 28, 2011

Ujian bagi orang mukmin

Rasulullah pernah bersabda yang artinya 'Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa kekasih-Nya, tetapi Dia hanya mengujinya.'

Seorang mukmin semestinya berkeyakinan bahwa Allah tidak akan mengujinya dengan sesuatu, kecuali untuk kemaslahatan yang akan mengiringi ujian itu. Setelah diuji, adakah seorang mukmin masih mau memperteguh amal. Orang mukmin semestinya pula memberi porsi lebih amal dalam hati dan sikapnya, karena semua amal adalah pekerjanya, sementara itu al-Haq bukan zat yang menganiaya hamba-Nya. Dia membalas amal yang sedikit dengan ganjaran yang banyak.Oleh karena itu jangan sampai kita terlengah untuk hanya melayani raja, penguasa atau orang yang kita kagumi. Layanilah dan minta perlindungan hanya pada-Nya. Bukankah tidak ada yang mampu memberi, mencegah, merugikan, mendatangkan manfaat, mendahulukan, mengemudiankan dan sebagainya selain Allah ....

Tulisan merupakan cuplikan dari apa yang disampaikan oleh syeikh Abdul Qadir Al-Jailani di Madrasah al-Ma'murah, 22 Syawal 545H. Diambil dari buku wasiat dan nasehat kerohanian AL-Sayyid Syaikh Muhyiddin Abdul Qadir Al-Jailani. Kuala Lumpur, Hidayah Publication, 2008.

No comments:

Post a Comment