Saturday, July 2, 2011

Berdo’a mohon dipanggil berhaji mulai dari sekarang

21 Oktober 2010

Sudah beberapa bulan sejak saya mendengar nasehat guru ngaji supaya berdo’a minta dipanggil haji bagi yang belum haji (baik yang sudah punya keinginan maupun yang belum ingin). Saya patuhi nasehat itu sejak mendengarnya. Berdo’alah saya setiap selesai sholat lima waktu, ba’diyah dan qobliyah, tahajud dan dluha. Ketika mulai gencar berdo’a, saya sama sekali belum ada bayangan untuk mendaftar haji. Masalahnya satu, belum ada uang untuk mendaftar dan mungkin yang mendasar adalah belum dipanggil (karena saya yakin kalau Allah memanggilkan InsyaAllah disertai jalan). Tanggal 17 Agustus saya pulang ke Yogya dari dari Kuala Lumpur. Kepulanganku ini tidak kusangka2 merupakan kepulangan yang membawa langkahku untuk mendaftar haji.

Siang itu saya dalam perjalanan menggunakan motor, saya singgah ke masjid di kampung Pandeyan, kampung yang kucintai karena pernah tinggal di sana kala masih kecil. Sholat dluha kulakukan seperti biasa, kulihat pula di sana ada seorang ibu yang tengah kusyu’ membaca Al Qur’an setelah sholat. Begitu adzan dluhur dan iqomah akhirnya kami saling mendekat merapatkan shaf untuk sholat berjamaah. Oh, ternyata beliau adalah seorang tokoh agama yang sudah tak asing lagi. Iya, beliau adalah bu Iskandar, saya tahu walaupun dulu saya masih kecil, namun tahu sepak terjang beliau berjuang meneguhkan keislaman warga di sana ditengah gencarnya kristenisasi dari sebuah lembaga Kristen besar yang didirikan di sana.

Selesai sholat kami berbincang-bincang mengenai keluarga saya dan keluarga beliau. Pertemuan ini terjadi lagi tanpa disengaja beberapa hari kemudian ketika saya sholat lagi di sana. Namun, kali ini ada satu pesan dari beliau yang saya sanggupi dan insyaAllah saya bertekat melaksanakannya. Beliau berpesan saya untuk sedaya upaya memberangkatkan ibu haji. Kalau sudah nanti bisa haji untuk diriku sendiri setelah itu baru menghajikan bapak. Beliau beri saya pengertian bahwa nanti ibu ditemani oleh ibu-ibu yang lain jadi tidak perlu khawatir. Kuutarakan pada ibu untuk naik haji dan kukatakan pula pada kakakku untuk turut membantu membiayai ibu haji. Kutimbang-timbang sambil melihat keadaan ibu, lama-kelamaan saya menjadi tidak tega membiarkan ibu pergi sendiri sehingga saya bertekat menemani ibu haji. Masalahnya saya harus menyediakan uang sebesar Rp 50jt untuk mendaftar berdua dengan ibu. Dengan kuasa Allah saya dan kakakku dapat mengumpulkan uang untuk mendaftar haji berdua dengan ibu. Ketika dalam kebimbangan, saya selalu memanjatkan do'a mohon diberi jalan dan Dia tlah memberi jalan itu.

Setelah ini, insyaAllah, saya akan terus berusaha memperteguh penghambaanku padaNya, supaya berkah selalu menghampiri hidupku dan keluarga. Dalam hatiku saya berharap Allah dengan kuasaNya memanggilku untuk benar-benar bisa berangkat haji dengan keadaan ibu yang sehat. Semoga jadwal keberangkatan haji kami yang masih beberapa tahun lagi, dapat menjadi lebih cepat karena harapanku Allah SWT berkenan memanggil kami berhaji dalam waktu terdekat. Tak lupa juga suamiku dan mertua, semoga Engkau panggil berhaji yaa Allah. Aamiin. Namun saya sadar, semuanya ada dalam genggaman-Nya dan ketentuanNya.

Syukur pada-Mu Yaa Allah, tidak pernah kusangka-sangka saya dapat mendaftar haji secepat ini. Subhanallah. Engkau Maha Pemurah, Engkau Maha Penyayang, hamba-Mu merasakan betul kasih sayang-Mu Yaa Allah…. Semoga ini bukan istidraj yaa Allah, semoga ini adalah karunia.. semoga hamba adalah termasuk dalam hamba-Mu yang beriman, bertaqwa dan bertawakal. Aamiin.. Akhir kata, pesan yang ditekankan dari tulisan ini adalah mulailah memohon pada-Nya untuk berhaji mulai sekarang bagi yang belum haji baik yang sudah niat apalagi yang belum, insyaAllah akan diberi jalan tentunya diiringi dengan pendekatan yang teguh kepada-Nya serta hidup berbalut sunnah. Bagi yang semula belum punya tekat untuk haji, insyaAllah akan terasa ada perubahan dalam hati menjadi ingin berhaji atau bahkan menjadi sangat merindu-rindu dipanggil. Wallahualam.

Tulisan ini ditulis oleh hamba Allah yang ingin mendapat panggilan.

No comments:

Post a Comment