Saturday, July 2, 2011

Beribadah karena cinta dan syukur


Mereka yang beribadah, berzikir, berkhalwah karena mencari sesuatu atau maqamat adalah mujahadah. Mereka akan sering merasa dukacita jika khalwah dan zikir mereka tidak mencapai maksud membuka hijab, mencapai waridat, mendapat ilham, mendapat kelezatan, dan sebagainya.

Berbeda dengan mereka yang berkhalwah semata-mata cinta dan syukur. Mereka tidak mencari apa-apa dalam ibadah kecuali karena membalas cinta dan menyatakan syukur. Apabila mereka tenggelam dalam cinta dan syukur maka segala maqamat akan datang sendiri jika seseorang itu benar cinta dan syukurnya kepada Allah. Itu bukan hal yang dituntut dari Allah, namun itu adalah hadiah kepada hamba-Nya yang benar-benar mencintai-Nya.

Oleh karena itu, tenggelamlah dalam cinta dan syukur, karena itu adalah puncak dari ketauhidan yang tertinggi. Sebaiknya kita tidak mencari yang lain, karena yang telah dikurniakan kepada kita sudah tidak terbayar lagi.

“Dan sesungguhnya Kami telah menetapkan kamu (dan memberi kuasa di bumi), dan Kami jadikan untuk kamu padanya penghidupan (supaya kamu bersyukur, tetapi) amatlah sedikit kamu bersyukur.” (Al ‘Araf: 10).

Syeikh Abdul Qadir Jailani rahimahullah: “Jika kamu benar-benar mengenal Allah SWT , niscaya segala nikmat yang ada pada dirimu akan mencegahmu dari meminta-minta yang lain dari-Nya.”

Alangkah kurang baiknya adab kita terhadap Allah SWT jika masih meminta-minta lagi dan berkeluh kesah karena tidak memperoleh yang dimaui. Jangan kita bersungguh dalam urusan Allah (karamah, ilham, kasyaf, laduni, rezeki dan lainnya) karena itu adalah hadiah dari Allah. Kita sebaiknya bersungguh-sungguh dalam ketauhidan dan ibadah, dalam cinta dan syukur karena itulah urusan hamba.


Demikian yang dikatakan Ibrahim Mohamad dalam buku Bisikan Sir 2 Cinta Faqir Syukur. Irsyad Publications, 2010.

No comments:

Post a Comment