Friday, July 8, 2011

Cara menghidupkan hati

Beberapa amalan untuk menghidupkan hati yaitu:

1. Zikir.

Sebenarnya zikir merupakan ibadah batiniah, namun kadang nampak secara lahir. Namun demikian, pada dasarnya zikir merupaka perasaan jiwa yang mengingat Allah secara terus-menerus. Dalam hal ini terutama mengingat Allah sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Besar, Maha Agung, Maha Bijaksana, dan Maha Belas Kasih pada hamba-Nya. Para sufi menempatkan zikir sebagai jalan rohaniah untuk menuju Allah. Sementara itu, di dalam Al-Qur'an pun banyak perintah untuk berzikir.

"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dengan zikir sebanyak-banyaknya." (Al-Ahzab: 41)

"Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu petang dan di waktu subuh, dan bagi-Nya lah segala puji di langit dan di bumi dab di waktu tengah hari. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi setelah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)." (Ar-Rum: 17-19)

"Apabila kamu telah menunaikan sholat, maka ingatlah Allah, pada waktu berdiri, duduk dan berbaring." (Al-Nisa': 103)

Sedangkan hikmah dari zikir tercantum dalam firman Allah SWT
"(yaitu) orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tetram." (Al-Ra'du: 28)

Apabila seseorng kusyuk berzikir, maka segala permasalahan dunia berkurang atau hilang dari ingatannya. Ketika seseorang telah mencapai tahap ini, maka tentramlah hatinya karena dalam hatinya hanya ada ingatan kepada-Nya. Sedangkan ingatan kepada-Nya akan membawa seseorang pada harapan akan segala yang telah dijanjikan-Nya. Bagi orang beriman pada semua kalam-Nya, hal ini yang menjadikan dia tenang.

Sebaliknya jika seseorang berpaling dari-Nya, hidupnya akan penuh dengan kesempitan. Firman Allah: "Barangsiapa yang berpaling dari-Ku (tidak mengingat dan mematuhi Allah), maka mereka akan hidup dalam kesempitan."

Hati berperan penting dalam kehidupan manusia, sebagaimana sabda Rasul: "di dalam diri manusia ada segumpal darah, jika ia baik, maka baiklah seluruh anggota badan manusia dan jika ia rusak maka rusaklah semua anggota badan manusia, itu adalah hati."

Supaya hati senantiasa baik dan bersih, maka salah satu caranya adalah berzikir. Nabi juga pernah bersabda: "Obat penyakit hati ada lima perkara: "membaca Al Qur'an, sholat malam, zikir secara terus-menerus, puasa, berkumpul dengan orang sholeh."

Selain berzikir dapat menjadikan hati rentram, Allah juga akan mengangkat derajadnya sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Apakah kamu mau aku ceritakan kepadamu tentang amal perbuatan terbaik yang paling bersih dalam pandangan Allah SWT, serta orang yang tertinggi derajadnya diantara kamu, yang lebih baik dari bersedekah emas dan perak serta lebih baik dari memerangi musuh kamu semua dan memotong leher mereka dan mereka juga memotong lehermu?" kemudian para sahabat bertanya: "Apakah itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Zikir kepada Allah SWT." (HR Baihaqi).

2. Berdo'a

Selain zikir, do'a juga merupaka ibadah batiniah, karena hati paling berperan dalam ibadah ini. Allah SWT juga memerintahkan kita berdo'a seperti firman-Nya:
"Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan keperkenankan." (Al-Anbiya': 90)

Do'a melambangkan kepasrahan hamba kepada Tuhannya dan kepasrahan merupakan hakikat ibadah. Orang yang tidak mau berdo'a mengandung makna ia merasa telah kuat, merasa apa yang didapat adalah hasil karyanya.

Dalam sabdanya Rasulullah menyatakan bahwa:
"Seorang hamba yang berdo'a takkan terlepas dari tiga perkara, yaitu diampuni dosanya, atau kebaikan disegerakan atau kebaikan disimpan baginya."

Dari sabda Rasul ini jelas bahwa dosa kita dapat diampuni karena do'a dan do'a juga dapat mendatangkan kebaikan. Oleh karena itu apabila dosa dimpunkan dan seseorang itu diberi kebaikan maka keadaannya menjadi baik mulai dari hati ke seluruh bagian dari manusia itu baik jasmani maupun rohani.

3. Membaca Al-Qur'an

Hati seseorang ada yang mati, ada yang hidup, ada yang sehat ada yang sakit, ada yang keras, ada yang lembut. Untuk melembutkan hati Rasul bersabda, obatnya adalah membaca Al-Qur'an: "Sesungguhnya hati itu dapat membeku seperti besi." Kemudian Nabi ditanya: "Bagaimana cara melembutkannya?" Beliau menjawab: "Membaca Al-Qur'an dan mengingat mati." (Al-hadis).

Mengapa hati perlu dilembutkan, karena hati yang keras sukar menerima kebenaran, sukar menerima nasehat dan susah memberi maaf. Hati yang keras hanya mengikuti hawa nafsunya.

4. Sholat malam

Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa kamu berdiri (sholat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malan atau sepertiga malam." (Al Furqan: 64)

Hadist Nabi SAW bersabda:
"Sholat yang paling utama setelah sholat wajib ialah qiyamullaili."

Hasan al-Bashri pernah mengatakan bahwa orang yang bertahajjud wajahnya bercahaya karena mereka suka berduaan bersama Allah Yang Maha Rahman sehingga Allah menyelimutinya dengan cahaya-Nya. Beliau juga mengatakan bahwa orang yang telah melakukan dosa akan terhalang dari qiyamullaili. Pesannya, jangan kita bermaksiat pada-Nya pada waktu siang maka Dia akan membangunkan kita diwaktu malam.

Ibnu Munkadir berkata, "Bagiku, kelezatan dunia hanya ada tiga perkara, qiyamullaili, silaturrahim dan sholat berjamaah."

Diambil dari Tafsir Tasawuf (Sufi) Membongkar Makna Rohaniah Al Qur'an. Oleh Syeikh Abdul Qadir Jailani dan Syeikh Sa'id Hawa. Kuala Lumpur: Al Hidayah Publisers. 2004.

No comments:

Post a Comment