Wednesday, July 27, 2011

Dua gadis menunggu kedatangan jodohnya

Terkisah dua gadis remaja yang memang sudah masanya mulai berfikir tentang jodohnya. Kedua-duanya masih muda, yang satu berumur 19 tahun sebutlah nama samarannya Putik dan satunya lagi Sari 25 tahun. Putik dan Sari menanyakan bagaimana caranya mendapatkan jodoh yang sholeh. Ada prinsip yang harus kita pegang dalam urusan jodoh ini, antara lain;

1. Jodoh adalah masalah takdir karena merupakan ketentuan Allah SWT yang sudah ditetapkan ketika kita dalam rahim ibu, termasuk juga rezeki dan usia.

”Sesungguhnya dalam proses penciptaan setiap orang berada di perut ibunya selama 40 hari berupa segumpal air mani. Selanjutnya ia berubah menjadi segumpal darah dalam masa yang sama. Kemudian ia berubah menjadi segumpal daging dalam masa yang sama. Lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya disamping diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, yakni rizki, ajal, perilaku, dan bahagia-celakanya.” (HR Bukhari dan Muslim).

”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS : Ar Ruum : 21 ).

Setidaknya, mengimani ini kita menjadi tenang karena jodoh kita sudah ditakdirkan-Nya, percayalah dengan segenap kepercayaan.

2. Walaupun ini masalah takdir, namun kita wajib berusaha untuk mendapatkannya, usaha juga mesti diiringi do’a. Kata sebagian orang, do’a juga merupakan bagian dari ikhtiar, setelah itu wajib bertawakal. Ingat ada kalamullah yang mnyatakan bahwa orang yang bertaqwa akan diberi jalan keluar serta rizki yang tak terduga. Bukankah jodoh juga merupakan rizki. Kalau sudah berikhtiar, berdo’a dan bertawakal, insyaAllah hati menjadi tenang, percayakan sepenuhnya kepada Allah. Oleh karena itu, sebagian orang menyebutkan bahwa jodoh merupakan ”takdir ikhtiari”, yaitu takdir yang untuk memperolehnya perlu disertai ikhtiar atau usaha yang sungguh-sungguh.

Allah SWT Mahakuasa mengubah ketentuannya berdasarkan ikhtiar dan doa kita. Walaupun sebenarnya kita berikhtiar dan berdo'a juga karena ilham-Nya.

“Dihapuskan-Nya mana yang dikehendaki-Nya, dan ditetapkan-Nya mana yang dikehendaki-Nya, sebab di tangan-Nyalah terpegang Induk Kitab (Lauh Mahfuzh) itu.” (QS Ar-Ra’du 13: 39)

3. Menginginkan kriteria tertentu mengenai pasangan boleh, namun yang harus diperhatikan adalah;

“Seorang perempuan biasanya dinikahi karena empat perkara: Harta, keturunan, kecantikan dan agamanya. Maka utamakan memilih wanita yang beragama, kamu akan merugi (bila tidak memilihnya).” (HR. Bukhari)

Jadi agama jadikan pusat keinginan kita atau dengan kata lain inginkan mempunyai pasangan yang sholeh/sholekhah. Apabila kita sudah mempunyai keinginan itu, maka langkah berikutnya adalah memperbaiki diri untuk menjadi sholeh atau sholekah lebih dulu. Coba simak firman-Nya berikut;

“Laki-laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik, perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik (pula)” (QS An-Nur; 26)

Jadi fokuskan pada diri kita sendiri saja lah, jadilah sholeh atau sholekah atau setidaknya berusaha menjadi lebih baik lebih dahulu. Tidak usah memfokuskan pada orang lain, misalnya melihat si A baik, tapi kurangnya di ini, si B tampan, tapi kurangnya di ini..dst.. terlalu membuah energi. Fokuskan saja energi untuk membina diri, nanti Allah yang mengurus mengenai orang tersebut/jodoh kita. Apabila Allah yang menguruskannya, percayalah itu pasti terbaik baik kita. Tetapi ingat yang satu ini,

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah : 216)

Jadi terimalah dengan segenap kesyukuran apabila Allah telah menetapkan segala sesuatu untuk kita, termasuk diantaranya jodoh. Kadang kita baru menyadari ternyata sesuatu yang kita pandang tidak baik kenyataannya sangat baik setelah lama berlalu. Oleh karena itu jangan sampai ada penyesalan, syukuri setiap yang dikaruniakan-Nya.

4. Lalu apa langkah kita untuk menjadi lebih baik. Pertama, bersihkan dulu hati dari sifat keras, kasar, kurang bersyukur, dendam, marah, dengki, iri, dan dari dosa-dosa. Caranya beristiqfar, sholat taubat kalau perlu lakukan setiap hari, berzikir sepanjang waktu. Semoga hati menjadi lebih bersih, jika hati lebih besih, insyaAllah yang di langit akan menyayangi kita. Apabila yang dilangit menyayangi kita, insyaAllah yang dibumi pun menyayangi kita, termasuk orang yang kelak menjadi jodoh kita. Apabila hati kita bersih, maka nur Illahi insyaAllah yang akan menyinari hati kita dengan ilham-ilham yang membuat diri dan perilaku kita indah dan menyenangkan mahkluk bumi, termasuk calon jodoh kita. Wallahu a’lam.

5. Langkah selanjutnya adalah, memperbanyak amalan-amalan, kalau mendapat ujian terima dengan ikhlas dan sabar lebih bagus lagi syukur karena itu yang akan memperkuat amalan kita. Ada nasehat yang menyatakan bahwa tanpa musibah/ujian, boleh jadi amalan kita tidak akan mampu menghantarkan kita kepada harapan terindah kita utamanya di akherat yaitu syurga. Jadi ujian itu sangat berperan penting dalam kebahagiaan hidup kita. Amalan-amalan yang wajib perlu diperbaiki kualitasnya, yang sunnah lakukan selengkap-lengkapnya, sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya dengan penuh kekusyukan dan pengharapan kepada Allah SWT. Sholat dhuha lakukanlah, lakukan secara istiqomah kalau belum bisa banyak dua dulu, kemudian perbaiki kualitas dan perbanyakkan. Sholat malam, akan lebih baik lagi apabila dikerjakan 1/3 malan terakhir, penuhi dengan sholat taubat, tasbih, istikharoh, hajat, tahajud, witir, membaca dan menghayati Al-Qur’an. Puasa sunnah perbanyakkanlah, kala puasa merupakan waktu yang mustajab untuk berdo’a, demikian pula ada waktu-waktu lain yang mustajab untuk berdo’a, ambil kesempatan ini. Setiap sholat, perbanyakkan zikir dan akhiri dengan berdo’a. Perbanyakkan juga membaca AL Qur’an surat Thoha 131-132, Al An-am 115, Ath-Thoriq 4-8, Al An biya’ 89, Yusuf 4, Yaasiin, Al Fatikhah, Al Qasas 24, Maryam 96. Furqan 74, Ibrahim 40, Ali Imram 38 atau surat-surat dalam Al Qur’an lainnya. Sayangi semua makhluk Allah, tutup aib orang, bantu orang, perbanyak sedekah, Wallahu a’lam.

Dengan apa yang telah diusahakan dalam segenap kemampuan disertai do’a insyaAllah hati kita menjadi tenang. Kalau jodoh belum segera datang, ada perkara yang lebih utama yang telah kita capai. InsyaAllah kita menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Kita juga akan merasakan indahnya masa-masa beribadah, merasakan semakin besarnya cinta kita kepada Allah dan Rosul-Nya serta segenap makhluk-Nya.

Putik dan Sari tidak membantah yang saya katakan, mereka tersenyum-senyum saja mendengar penjelasan sederhana ini. Entahlah, apa yang sebenarnya mereka fikirkan, namun harapan saya yang sederhana ini bermanfaat.

No comments:

Post a Comment