Tuesday, July 19, 2011

Ketika Rabi’ah Al-Adawiyah lahir

Di malam Rabi’ah dilahirkan ke dunia, tidak ada barang berharga di rumahnya bahkan setetes minyak untuk menyapu pusatnya karena keluarganya kurang mampu. Tidak juga ada minyak untuk menyalakan lampu dan kain untuk menyelimuti bayi Rabi’ah. Rabi’ah adalah anak keempat. Isterinya menyuruh ayah Rabi’ah untuk minta minyak ketetangga untuk menyalakan lampu. Tetapi suaminya telah bersumpah untuk tidak meminta-minta sesuatu dari makhluk Allah sehingga ia tidak sampai hati untuk meminta atau meminjam barang pada tetangganya.

Isterinya menangis sedih demikian juga ayah Rabi’ah, ia meletakkan kepalanya diantara kedua lututnya sampai tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat Nabi. Nabi menghiburnya, “Janganlah engkau bersedih karena bayi perempuan yang terlahir itu adalah ratu kaum wanita dan akan menjadi penengah bagi 70 ribu orang kaumku. Besuk pergilah kamu menghadap Isa as-Zadan gubernur Basrah. Tulislah pada sehelai kertas kata-kata berikut. “Setiap malam engkau mengirimkan selawat seratus kali kepadaku, dan setiap malam jum’at empat ratus kali. Kemarin adalah malam Jum’at tetapi engkau lupa melakukannya. Sebagai penebus kelalaianmu itu berikanlah kepada orang ini empat ratus dinar yang telah engkau peroleh secara halal.” Setelah bangun, menangislah ayah Rabi’ah karena terharu. Ia pun menuliskan pesan Nabi dan mengirimkan kepada Gubernur melalui pengurus rumah tangga istana.

“Berikan dua ribu dinar kepada orang-orang miskin sebagai tanda syukur karena Nabi masih ingat kepadaku” kata gubernur. “Kemudian berikan empat ratus dinar kepada Syeikh dan katakana kepadanya: aku harap engkau datang kepadaku supaya aku dapat melihat wajahmu. Namun tidak patutlah bagi seorang seperti dia menghadapku. Lebih baik seandainya akulah yang datang dan menyeka pintu rumahnya dengan janggutku ini. Walaupun demikian, demi Allah, aku mohon padamu, apapun yang kau perlukan katakana padaku.”
Ayah Rabi’ah menerima uang emas tersebut dan membeli keperluan rumah tangganya.

Sumber: Himpunan Kisah-kisah Misteri Para Wali Allah, Muhammad Abdul Wahab. Kuala Lumpur: Jasmin Enterprise. 2002.

No comments:

Post a Comment