Saturday, July 23, 2011

Menunda-nunda taubat

Kematian bisa datang kepada setiap yang bernyawa kapan saja. Tidak ada seorang pun yang dapat memajukan maupun mengundurkan walau barang sedetikpun. Dalam firman-Nya Allah SWT yang artinya,
"Apabila telah tiba waktu bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula dapat memajukannya. " An-Nahl, 61

Bertaubat adalah suatu kemestian bagi kita manusia yang tidak luput dari dosa dan jauh dari kesempurnaan. Taubat juga baik dilakukan segera, saat itu juga tidak perlu menunggu-nunggu lama lagi. Misalnya, seorang yang selalu pergi ke tempat pelacuran dalam hati ia akan bertaubat nanti bila telah tua. Pada suatu ketika dulu, saya pernah menjadi DPL KKN mahasiswa di suatu desa, dan seseorang yang saya temui di sana telah bercerita bahwa setelah isterinya meninggal untuk memenuhi hasrat seksualnya ia pergi kepada wanita-wanita penyedia jasa. Yang terfikirkan olehku saat itu, bagaimana mungkin ia menganggap itu hal biasa dibuktikan dengan bercerita kepada saya yang notabene orang yang baru dikenal. Terfikir juga bahwa ternyata di desa yang nilai-nilai moral dan kemasyarakatan masih dijunjung sangat tinggi tidak menjamin semua orang untuk menghindar dari berbuat maksiat. Ketika ditanya mengapa tidak menikah lagi saja, jawabnya "repot, nanti anak-anak belum tentu setuju ". Kapan mau berhenti, jawabnya "nanti kalau sudah tua ".

Kita sering tidak menyadari bahwa kita ini diawasi setiap saat, setiap waktu dan dimanapun kita berada. Kita diciptakan dan hidup di dunia bukan terus dibiarkan saja oleh Yang Menciptakan. Dia dan kaki tangan-Nya selalu memantau kita dan ada di sini di mana kita berada. Bahkan Dia akan selalu memberikan petunjuk pada kita jika dikehendak-Nya dan tidak akan membiarkan kita melenceng dari jalur kehidupan yang benar. Itu kepada kita yang berusaha untuk tidak melenceng atas kehendak-Nya. Bagaimana kepada yang sedang melenceng atau telah melenceng, Allah pun sebenarnya telah memberikan petunjuk, nasehat, peringatan, tetapi mereka sendiri yang membutatulikan dirinya sendiri.

Atas perbuatan kita di dunia, pastilah ada pertanggunganjawabnya nanti, bahkan kita dapat menerima akibatnya kala masih didunia sekalipun. Sekedar mengingatkan diri saya sendiri,inilah saat kita bertaubat, sekarang juga. Allah sangat senang dengan hamba-Nya yang bertaubat. Allah pun akan menyambut orang yang segera ambil air wudlu, sholat taubat dengan sangat kusyu’, menyesali perbuatan dosa itu, istiqfar, puja dan puji Allah dengan zikir dan mohon ampun sebaik-baiknya serta tidak lagi mengulang perbuatan dosa tersebut.

No comments:

Post a Comment