Saturday, July 2, 2011

Naungan Allah dihari ketika tiada naungan selain dari-Nya

Allah memberi naungan pada 7 golongan manusia ini pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan dari-Nya adalah;

1. Pemimpin yang adil. Pemimpin yang bersabar untuk tidak berbuat zalim padahal ia mempunyai kesempatan dan dorongan untuk berbuat lalim.
2. Pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah. Pemuda tersebut bersabar menjalankan ibadah kepada Allah, padahal ia dalam desakan hawa nafsunya.
3. Laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid.
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah.
5. Lelaki yang diajak berbuat keji oleh seorang wanita tapi dia mengatakan ‘aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam’. Orang tersebut sabar untuk tidak menerima ajakan wanita tersebut padahal berada dalam desakan syahwat.
6. Orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya. Orang ini bersabar untuk tidak mengungkapkan kegiatan bersedekahnya.
7. Orang yang berzikir pada Allah dalam sunyi sampai berlinang air mata.

Kesabaran ketujuh kelompok ini sangat berat dan hanya bisa dilakukan dengan pertolongan dan karunia Allah. Kesabaran tersebut dikatakan sulit karena keadaan mereka memerlukan perjuangan sabar yang lebih keras dibandingkan kelompok lainnya. Sebagai gambaran adalah sebagai berikut, seorang yang sudah tua renta dan diajak berbuat keji dengan wanita sudah seharusnya lebih mudah untuk menangkis godaan tersebut dibandingkan bila terjadi pada pemuda. Yang menyedihkan adalah, apabila seorang tersebut keadaan memungkinkan untuk bersabar namun ia tidak bersabar. Misalnya adalah kakek-kakek yang berzina, keadaan fisik yang telah melemah harusnya menjadi penghalang ia untuk melakukan zina karena dorongan syahwatnya tidak kuat. Contoh lain adalah orang miskin yang sombong dan penguasa yang berdusta. Ketidaksabaran jenis ini menunjukkan pembangkangan kepada-Nya.

Disarikan dari Pelipur Lara mereka yang tertimpa musibah, Imam Ibn Muhammad al-Manbaji,Judul Asli Tasliyah Ahl al-Masha'ib, diterjemahkan Saifuddin Zuhri. 2003. Pustaka Hidayah.

No comments:

Post a Comment