Saturday, July 2, 2011

Tiga kondisi dimana seorang hamba memerlukan kesabaran

Sebenarnya kesabaran diperlukan pada setiap kondisi, namun secara umum dapat diglongkan dalam tiga kondisi.

Pertama, sebelum bergegas melaksanakan berbagai ibadah dengan membetulkan niat dan ikhlas. Memantabkan niat untuk memenuhi perintah Illahi, serta menghindarkan diri dari riya' dan sum'ah.

Kedua, saat pelaksanaan ibadah, seseorang mesti bersabar menghadapi godaan untuk bersikap berlebihan atau berkurangan. Niat yang semula telah lurus perlu dijaga supaya tetap lurus. Mesti menghadirkan hati pada Dia yang disembah. Oleh karena itu kesabaran sangat diperlukan bagi menyempurnakan rukun dan syaratnya baik wajib maupun sunat.

Ketiga, Setelah selesai pelaksanaan ibadah, perlu sabar untuk tidak merusak pahala dari ibadah yang telah dilakukan. Allah Ta'ala berfirman, "Janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima) QS 2:264. Bersabar untuk memelihara ibadah yang telah berlalu dikatakan oleh Ibn Taimiyah sebagai sesuatu yang paling bermanfaat.

Diambil dari Pelipur Lara mereka yang tertimpa musibah, Imam Ibn Muhammad al-Manbaji,Judul Asli Tasliyah Ahl al-Masha'ib, diterjemahkan Saifuddin Zuhri. 2003. Pustaka Hidayah.

No comments:

Post a Comment