Saturday, July 2, 2011

Ubudiyah dalam rangka membalas cinta-Nya


Hamba yang benar dalam memahami sifat ar-Rahman dan ar-Rahim Allah akan cenderung untuk membalas cinta Allah dengan cara mensyukuri nikmat cinta -Nya dengan sepenuh jiwa dan raganya. Dia menjadikan hidupnya untuk membalas cinta kekasihnya. “Katakanlah: ‘Sesungguhnya sembahyahku dan ibadahku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah Tuhan Yang Memelihara dan Metadbirkan sekalian alam.” (Al-An’am: 162)

Ibadah adalah kerangka, ruhnya adalah ikhlas. Ruh ikhlas adalah cinta, ruh cinta adalah muwahid, ruh muwahid adalah tiada terpandang dalam syuhudiah (mata hati) pada yang lain selain pada wujud kekasihnya. Tidak akan membenarkan ada yang lain dalam ibadahnya selain karena-Nya. Bahkan ibadahnya sebagai pemberian kekasihnya (Allah). Ubudiyah mereka merupakan pancaran cinta. Semakin dalam cintanya, semakin kuat ingatannya pada-Nya sehingga serasa senantiasa dilihat dan melihat-Nya (Iman Ihsan).
Sabda Rasulullah “Ihsan itu adalah kamu beribadah bagaikan kamu melihat-Nya, jika tidak melihat-Nya, hendaklah kamu merasa dilihat oleh-Nya.” (Bukhari dan Muslim). 

Demikian yang dikatakan Ibrahim Mohamad dalam buku Bisikan Sir 2 Cinta Faqir Syukur. Irsyad Publications, 2010.

No comments:

Post a Comment