Monday, August 1, 2011

Athifah, berdo’a memang dianjurkan dan sarat dengan keutamaan


thifah seorang gadis kecil umurnya baru 3,6 tahun, setiap kali minum ia selalu menggunakan tangan kanannya. Apabila lupa, setelah diingatkan atau ia sendiri ingat, ia segera memindahkan ke tangan kanannya. Ada tiga paket syarat sikap makan dan minum yang selalu ia patuhi, duduk, menggunakan tangan kanan dan membaca basmallah. Akhir-akhir ini, ia menambahinya dengan do’a yang entah dari mana ia belajar menyusun kata-kata itu. Tifa menengadahkan kedua tangannya sambil mengucapkan do’anya: "Bismillahirrahmaanirrahiim... Alhamdulillahirrabil'alamin, Yaa Allah…berikanlah bapak aku sembuh". Begitu selesai ia dengan do’anya, dengan lega dan ceria ia minum.

Tertegun saya melihat itu, darimana datangnya kalimat do’a athifah itu. Mungkin ia masih belum mengerti benar, bapaknya tlah tiada, terakhir Tifa melihat bapaknya di rumah sakit. Tidak pernah saya memberi harapan padanya dengan mengatakan padanya bapak masih sakit di rumah sakit atau sebangsanya, yang saya katakan kepada gadis kecil ini adalah bapaknya ada di alam barzah. Saya tahu ia belum mengerti apa alam barzah, untuk sementara biarlah ia belum mengerti. Saya hanya mengharap ia tetap dengan dunia cerianya, dunia anak-anak. Apapun do’a Athifah, untuk saat ini yang terpenting adalah membiasakan dirinya untuk selalu berdo’a setiap akan melakukan aktivitas.

Do’a yang dilakukan Athifah mungkin hanya do’a anak-anak secara sederhana, namun kebiasaan berdo’a mulai dari kecil ini yang menjadi amalan keseharian kita dalam kehidupan selanjutnya. Bukankah Allah SWT berfirman:

"Atau siapakah yang memperkenankan (do'a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo'a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan?" (An Naml: 62).

Selain itu, dianjurkan pula untuk berlembut dan penuh dengan kerendahan diri dalam berdo’a berdasarkan firman-Nya ini:

"Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. " (Al-A'raaf: 55).

Kita pun dapat menjadi penuh harap dalam berdo’a karena Allah juga berfirman:

Dan Tuhanmu berfirman: Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu." (Ghaafir: 60).

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Tidak ada seorang muslim yang berdo'a kepada Allah di dunia dengan suatu permohonan kecuali Dia mengabulkannya, atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya, selama ia tidak meminta suatu dosa atau memutuskan tali kekeluargaan. " Maka berkatalah seoang laki-laki dari suatu kaum: "Kalau begitu, kita memperbanyak (do'a). "

Dari beberapa firman Allah SWT dan hadits Nabi SAW tersebut, jelas bahwa do’a memang dianjurkan. Athifah si gadis kecil itu, kini sudah memulakan kegiatan do’a dalam kesehariannya. Semoga kita yang telah dewasa ini pun menjadi lebih semangat dalam berdo'a dan menjadikan do’a sebagai amalan tak terlepaskan dari kehidupan kita.

No comments:

Post a Comment