Saturday, September 24, 2011

Keistimewaan orang-orang yang menghidupkan malam


Sebenarnya, apa yang kita dapatkan dari qiyamul lail dan ibadah lainnya pada waktu malam hari berpuncak dengan terlimpahnya kasih sayang-Nya kepada kita. Hal ini dapat dirasakan dalam hati oleh yang melakukannya, namun apabila anugerah Allah berupa siraman cahaya-Nya memenuhi qolbu orang tersebut, maka bukan tidak mungkin akan tampak pada perlaku dan diri hamba yang disayangi Allah tersebut, tampak oleh orang lain yang melihatnya, bersahabat dan bergaul dengannya. Beberapa yang keistimewaan yang diperoleh oleh orang yang selalu meniti malam antara lain;
Qiyamul Lail dapat menjauhkan diri dari kelalaian hati. Rasulullah pernah bersabda bahwa ‘Barang siapa yang ber qiyam dengan membaca sepuluh ayat, ia tidak akan dicatat sebagai orang yang lalai. Barang siapa yang ber qiyam dengan membaca seratus ayat ia dicatat sebagai orang yang taat. Dan barang siapa yang ber qiyam dengan seribu ayat ia dicatat sebagai orang yang mempunyai harta banyak.’ Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Huzaimah dalam kitab Sahih.
Orang yang berqiyamul lail mendapat senyuman Allah SWT. Menurut Rasul, senyuman Allah ini merupakan tanda Allah redha atas bangun dan ibadahnya orang tersebut. Rasulullah bersabda bahwa ‘Ingatlah, Allah tersenyum kepada dua orang. Pertama, orang yang bangun pada malam yang dingin dari tempat tidur, kasur dan selimutnya kemudian berwudhu’ lalu berdiri untuk shalat. Allah bertanya kepada para malaikat-Nya; ‘Apa yang diharapkan oleh hamba-Ku dengan apa yang diperbuat?’ Para malaikat menjawab, ‘Wahai Tuhanku, ia mengharap (pahala) dari sisi-Mu dan takut siksaan-Mu.’ Lalu Allah berfirman; ‘Aku sesungguhnya telah memberikan apa yang ia minta dan mengamankan dari apa yang dia takutkan.’ HR. At-Thabrani.
Rasulullah juga bersabda bahwa, ‘Apabila Allah tersenyum pada seorang hamba, maka ia tidak akan dihisab.’ HR. Ahmad dan Abu Ya’la.
Anugerah bidadari. Kisah berikut semoga dapat menjadi salah satu yang memotivasi kita untuk menghidupkan malam. Azhar bin Mughits rahimahullah pernah bermimpi melihat bidadari yang sangat cantik dan ia bertanya padanya, ‘Untuk siapakah engkau.’ Bidadari tersebut menjawab, ‘Untuk orang yang mengerjakan qiyamul lail di musim dingin.’ Azhar bin Tsabit at-Taghlibi menceritakan mengenai ayahnya yang selalu berqiyamul lail dan pernah bermimpi melihat wanita yang berbeda dengan wanita dunia. Beliau bertanya siapakah dia dan wanita tersebut menjawab bahwa dia adalah bidadari. Ayahnya menyatakan permintaannya untuk menikahi wanita tersebut dan dijawab mintalah pada Tuhan dan berikan mahar dan mahar tersebut berupa shalat tahajjud yang lama.’
Kemenangan masuk syurga. QS. Adz-Dzariat 15-18; ‘Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di taman-taman (syurga) dan di mata air-mata air. Sambil mengambil apa yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampunan.’ (pahala)
Wajah yang bercahaya. Al-Qurtubi menafsirkan QS. ‘Abasa 38-39: ‘Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Tertawa dan gembira ria.’ Adalah karena qiyamul lail dengan mengutip Ibnu Abbas. Menurut Hasan al-Bashri rahimahullah, muka yang bercahaya itu karena penyendirian mereka dengan Allah pada malam hari dan Dia memberikan sebagian cahaya-Nya pada mereka.
Menghapus kejahatan. HR. at-Turmudzi, al-Hakim, al-Baihaqi. Rasulullah bersabda, ‘Hendaklah kalian mengerjakan qiyamul lail, sesungguhnya ia adalah kebiasaan orang saleh sebelum kalian, mendekatkan diri pada Allah ta’ala, mencegah perbuatan dosa, dan menangkal penyakit dari badan.’
Menyambungkan hubungan dengan Allah SWT. Al-Ustadz Sayyid Qutb menyatakan bahwa shalat malam dapat menghubungkan pertalian dengan Allah karena shalat adalah hubungan pertalian langsung antara manusia yang bersifat fana dengan Tuhannya yang kekal. Shalat adalah tempat pemberangkatan dari alam nyata menuju alam yang jauh lebih luas. Shalat adalah bekal perjalanan, penolong ruh dan penenang jiwa.
Meringankan beban dan kesulitan yang besar. QS. Al-Baqarah 153; ‘Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.’
Mendapatkan kemuliaan hakiki seorang mukmin. Diriwayatkan Sahal bin Sa’d ra., Rasulullah pernah bersabda, ‘Jibril pernah datang kepadaku dan berkata: Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu karena engkau akan mati, cintailah sesukamu karena engkau akan berpisah dengannya, berbuatlah sesukamu karena engkau akan mendapatkan balasannya, dan ketahuilah bahwa kehormatan seorang mukmin adalah berdirinya di tengan malam hari dan kemuliaannya adalah tidak tergantung kepada orang lain.
Husnul Khatimah. Beberapa kisah kaum saleh telah memberi hikmah bagi generasi selanjutnya bahwa kebiasaan shalat malam dan puasa di siang hari serta taat sepenuhnya kepada Allah telah menghantarkan mereka menyuru panggilan Allah dengn husnul khatimah.
Bacaan: Muhammad Shalih Ali Abdillah Ishaq. Bersujud di keheningan malam, 111 jalan menumbuhkan gairah qiyamul lail. Judul Asli Kaifa Ttahammas Li Qiyam Al-Lail. Penerjemah Muh. Muhaimin, M.Ag dan Nur Afifah, S.Ag. Yogyakarta, Mitra Pustaka, 2010.

No comments:

Post a Comment