Friday, November 11, 2011

Dua gadis kecil membicarakan sholat Dhuha

Di teras belakang rumah nenek yang sejuk karena disampingnya terdapat pohon jambu kenang-kenangan almarhun kakek untuk nenek, dua gadis kecil terlibat pembicaraan santai tapi serius. Saya perhatikan dari jauh tertarik juga sebenarnya ingin mengetahui apa yang mereka bicarakan. Tapi, ah.. biarkan mereka membicarakan urusannya, orang dewasa tak harus tahu setiap urusan anak-anak, kan. Mereka harus dihormati mengurus keperluannya sendiri, kalau ada apa-apa pastinya mereka akan menanyakan dan meminta pertimbangan.

Benar saja, beberapa menit kemudian, salah seorang diantaranya memanggil-manggil ibunya. Kudatangi mereka, ternyata mereka menanyakan mengenai sholat dhuha. Mengapa sang kakak kalau sholat dhuha pagi-pagi sekali sedangkan ibu tidak sepagi itu. Mengapa kalau ibu jumlah rakaatnya tidak sama seperti kakak dan adik serta teman-teman sekelas itu yang kalau sholat dhuha kebanyakan dua rakaat. Gimana sih bu, tanya si adik.

Saya ajak anak-anak mencari bahan-bahan mengenai sholat dhuha, mereka pun mempelajari bersama. Sholat dhuha sangat istimewa, berkaitan dengan keagungan waktu dhuha yang diabadikan oleh Allah dalam Kalam-Nya. Allah berfirman, ''Demi waktu dhuha.'' Apabila Allah SWT setiap bersumpah dengan sesuatu, berarti sesuatu itu adalah sangat istimewa dan agung serta dan memiliki kemanfaatan yang besar. Bila Allah bersumpah dengan waktu dhuha, berarti waktu dhuha adalah waktu yang sangat berarti dalam kehidupan manusia. Rasulullah pun pernah berdo’a: ''Ya Allah berilah keberkahan kepada umatku di waktu pagi.'' Hal ini menguatkan pemahaman kita bahwa waktu dhuha adalah waktu yang berkah jika dimanfaatkan sebaik-baiknya. Oleh karena itu kita perlu merebut peluang tersebut dan tidak menyia-nyiakannya sehingga berlalu begitu saja. Waktu dilaksanakannya sholat sunnah ini adalah pada waktu dhuha sesuai dengan namanya. Waktu dhuha tiba saat matahari mulai naik, kira-kira setengah jam setelah matahari terbit sampai setengah jam sebelum matahari tepat di tengah.

Lalu apa yang mendasari dilaksanakannya sholat dhuha ini. Kita simak hadits Qudsi berikut, “Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat sholat dhuha, karena dengan sholat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim dan Thabrani).

Dalam hadits yang lain dikatakan, “Barangsiapa yang masih berdiam diri di mesjid atau tempat sholatnya setelah shubuh karena melakukan I’tikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat sholat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR. Abu Daud)

Rasulullah pun pernah bersabda bahwa "Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus disedekahkan untuk setiap ruas itu." Para shahabat bertanya, "Siapa yang kuat melaksanakan itu, ya Rasulullah? Beliau menjawab, "Dahak yang di masjid itu lalu ditutupinya dengan tanah, atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari tengah jalan itu berarti sedekah. Atau, sekiranya tidak dapat melakukan itu, cukuplah diganti dengan mengerjakan dua rakaat sholat dhuha." (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Kita simak juga yang ini: "Siapapun yang melaksanakan sholat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan." (H.R Turmudzi). Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah SAW selalu melaksanakan sholat Dhuha empat rakaat. Dalam riwayat Ummu Hani', ''Kadang Rasulullah SAW melaksanakan sholat Dhuha sampai delapan rakaat.'' (HR Muslim). Imam Attirmidzi dan Imam Atthabrani meriwayatkan sebuah hadits yang menjelaskan bahwa bila seseorang melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid, lalu ia berdiam di tempat sholatnya sampai tiba waktu dhuha, kemudian ia melaksanakan sholat Dhuha, ia akan mendapatkan pahala seperti naik haji dan umrah. Para ulama hadits menyatakan hadits ini hasan.

Dari apa yang mereka pelajari, kedua gadis kecil ini akhirnya menemukan sendiri jawaban dari pertanyaan-pertanyaan mengenai sholat dhuha, mereka pun tersenyum lega.

No comments:

Post a Comment