Saturday, November 12, 2011

Hamba ingin menyampaikan suatu pesan untuk-Mu yaa Allah, hamba redha atas taqdir-Mu dan hamba Ikhlas menjalaninya.

Tidak ada sikap yang lebih tepat pada setiap hamba-Nya dalam menjalani setiap ketentuan-Nya selain harus sabar dan ikhlas. Kita semua mengimani firman-Nya; ”Dan segala sesuatu yang telah mereka lakukan tercatat di buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.” [Al Qamar: 52-53]. Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfudz).” [Huud: 6]. Tiada sesuatupun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz).” [An Naml:75]. Sebagai Tuhan yang Maha Tahu, maka seluruh tulisan yang ditulis Allah itu adalah benar. ”Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfudz).” [Al Israa' :58]. Allah juga telah berfirman, Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan dilautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" [Al An'aam: 59].


Memahami hakikat hidup bagi kita sebagai hamba, maka tidak ada tempat lain untuk berlindung selain dari-Nya demi mengharapkan keselamatan dalam menjalani kehidupan sehingga sampai ke destinasi akhir. Perlindungan-Nya hanya didapatkan apabila kita tunduk dan patuh pada Allah SWT dan Rasul-Nya. Katakanlah: "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah.” [Al Ahzab: 17]


Apabila kita mengimani taqdir yang telah dituliskan, lalu apa yang harus kita lakukan sebagai pembuktiannya. Allah menghendaki kita untuk berusaha sekuat tenaga dalam menjalani kehidupan ini serta berdo’a kepada-Nya, selain itu kita harus menerima dan mensyukuri apa yang terjadi. Apabila kita selalu mensyukuri apa yang terjadi, dapat dipastikan hati kita akan selalu tenang dan bahagia. “Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya” (QS Ali Imran 123). “Tuhanmu berfirman: "Jika kamu bersyukur, pasti akan Kami tambah nikmat kepadamu. Jika kamu ingkar, sesungguhnya azabKu sangat pedih."[Ibrahim: 7]


4 kata kunci menjalani setiap taqdirnya; sabar, ikhlas, redha dan syukur. Maka bersyukurlah, itulah sebaik-baik sikap. Subhanallah..


[Note, disebalik kesyukuran terkandung kesabaran, keikhlasan dan redha, wallahu a’lam]

No comments:

Post a Comment