Friday, November 11, 2011

Memperbanyak puasa sunnah; puasa daud salah satunya….

Hari Sabtu di sekitar bulan April 2011, seorang gadis kecil yang umurnya 11 tahun bertanya pada ibunya. Ia menanyakan mengapa puasa di hari Sabtu. Dia terbiasa puasa Senin Kamis dan jarang melihat orang puasa hari Sabtu. Ibunya menjelaskan bahwa ini namanya puasa Daud, jika minggu ini Sabtu puasa, insyaAllah minggu depan tidak puasa Sabtu tetapi puasa pada hari sebelum dan sesudahnya, akan selalu bergeser setiap minggunya karena jumlah hari yang tujuh. Puasa daud ini dikerjakan sehari puasa dan sehari berikutnya tidak puasa, demikian seterusnya, jelas ibunya. Gadis kecil ini mendengarkan dan ternyata telah ia catat baik-baik dalam hatinya.

Dua minggu kemudian, saat ibunya mengunjungi si gadis kecil di rumah tahfidz tempat dia belajar, ibu tersebut menanyakan sedang puasa apa. Subhanallah, gadis kecil itu telah puasa daud sambil menghafal Al Qur’an dan sekolah. Syukur pada Allah tak henti-hentinya terucap dari hati terdalam. [Terimakasih yang tulus diucapkan juga kepada ustadz dan ustadzah di rumah tahfidz daqu deresan yogya yang telah menjadi sumber ilmu dan contoh terbaik bagi santri]. Kala seumur gadis kecil itu, ibunya belum melakukan apa yang telah anaknya lakukan sekarang. Dulu seumur dia, yang sering dikerjakan kalau tidak bermain dengan teman, bermanja dengan orang tua, sekolah, bermain dengan teman, bermanja dengan orang tua, sekolah, begitu seterusnya.

Yang dapat dijadikan rujukan untuk melakukan puasa daud ini adalah sebagai berikut. Rasulullah saw bersabda,”Bahwa puasa yang disukai Allah adalah puasa Daud dan sholat malam yang disukai Allah adalah sholat malam Daud.’ Dan beliau saw bersabda,”Dia (Daud) tidur seperdua malam, bangun pada sepertiganya, dan tidur lagi pada seperenamnya. Dia berpuasa sehari dan berbuka sehari.” (HR. Bukhari Muslim). Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash pernah meriwayatkan, ”Aku memberitahu Rasulullah saw, ”Demi Allah aku akan puasa sepanjang siang dan sholat sepanjang malam seumur hidupku.”

Maka Rasulullah saw berkata kepadaku, ”Apakah kamu yang mengatakan, ’Demi Allah aku akan berpuasa sepanjang siang dan sholat sepanjang malam seumur hidupku. ” Aku mengatakan, ’Sungguh aku yang mengatakannya.’ Beliau bersabda, ’Sesungguhnya engkau tidak akan sanggup untuk itu maka berpuasalah dan berbukalah, sholat malamlah dan tidurlah. Berpuasalah tiga hari dalam sebulan maka sesungguhnya suatu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang sepertinya dan hal itu seperti berpuasa sepanjang masa.’ Aku mengatakan, ’Sesungguhnya aku sanggup melakukan yang lebih dari itu wahai Rasulullah.’

Beliau saw bersabda, ’Berpuasalah sehari dan berbukalah dua hari.’ Aku mengatakan, ’Sesungguhnya aku sanggup melakukan yang lebih dari itu.’ Beliau bersabda, ’Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari. Ini adalah puasa Daud dan ini puasa yang paling baik.’ Aku mengatakan, ’Sesungguhnya aku sanggup melakukan yang lebih dari itu wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda, ’Tidak ada yang lebih utama darinya.” (HR. Bukhari)

Hadits tersebut memberikan pemahaman kepada kita mengenai keutamaan puasa daud, yaitu puasa yang paling dicintai di sisi Allah dan tidak ada lagi puasa sunnah yang lebih baik dari itu. Dengan melakukan puasa daud ini kita telah berusaha untuk menunaikan hak Allah dengan melakukan ketaatan kepada-Nya dan menunaikan hak badan yaitu dengan mengistirahatkannya (dari makan). Selanjutnya, dengan berbuka (tidak puasa) sehari berikutnya berarti telah memenuhi hak diri dan orang-orang yang dekat dengannya. Apabila puasa terus-menerus maka boleh jadi akan memberatkannya bahkan melemahkan melakukan berbagai ibadah lain dalam kehidupannya.

Tidak mengapa kalau dalam dua minggu sekali kita akan menemui puasa pada hari Jum’at dengan catatan bahwa kita berpuasa dari Jum’at tersebut karena melanjutkan kebiasaan yang sedang dilakukan yaitu puasa daud. Namun demikian, wajib hukumnya menghentikan sejenak puasa daud pada waktu-waktu terlarang puasa misalnya bertepatan dengan hari Idul Adha  dan hari Tasyriq. Pada hari-hari berikutnya puasa daud tersebut dapat dilanjutkan lagi.

Akhir tahun ini (2011), si gadis kecil lewat telephon minta ibunya mengirimkan oat untuk memudahkan kala dia sahur. Subhanallah, walhamdulillah dia masih istiqomah menjaga puasa daud-nya. Dia sekarang telah SMP kelas satu di asrama putri I’daad Darul Qur’an, Cikarang. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan kasih sayang-Nya sehingga menjadi anak sholehah. Aamiin yaa Rabb..

Update November 2012:
Si gadis kecil ini sekarang telah duduk di bangku SMP kelas 2. Segala puji hanya kepada Allah yang telah menganugerahi keistiqomahan ini. Alhamdulillah, alhamdulillah.





No comments:

Post a Comment