Friday, December 23, 2011

24 jam beribadah

Bila kita merenungi QS : Adz Dzariyat [51]: 56, nampak bahwa Allah menghendaki kita untuk beribadah 24 jam. Kalau ibadah hanya saat kita sholat dan ibadah pokok, maka sisa waktu yang masih banyak untuk apa padahal Allah minta 24 jam. Di sisi lain kita banyak menghabiskan waktu dengan keluarga, teman dan lain-lain. Jadi kita perlu mengatur supaya yang lain-lain itu menjadi ibadah sehingga tercapai tujuan hidup manusia untuk ibadah seperti yang difirmankan Allah Ta’ala,

“Dan tidaklah Aku ciptakan seluruh jin dan seluruh manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu“. (QS : Adz Dzariyat [51] :56).

Ibadah secara umum terdiri dari 3 kelompok,

1. Ibadah asas, memahami, mempelajari dan meyakini rukum iman. Memahami mempelajari malaksanakan rukun islam, fardhu ‘ain Ibadah asas utama karena membentuk pandangan hidup kita. Membentuk sistem nilai kita. Manusia akan jadi baik kalau memegang kedua rukun ini dan sebaliknya. Kalau diibaratkan pohon, maka ibadah pokok ini adalah akar dan batang.

2. Ibadah sunat. Amalan untuk melengkapi ibadah wajib. Sholat rawatib, dhuha, umrah, puasa senin kamis dan lain-lain. Fungsi untuk menampung kekurangan yang wajib, mendapat kasih sayang dari Allah. Sering dimaknai dengan; jika dilakukan berpahala, jika ditinggalkan tidak berdosa, tapi perlu ditambahi, dilakukan lebih utama. Kita manusia lemah, yang sangat memerlukan pembelaan dari Allah. Pembelaan dari Allah jika dikasihi Allah. Kalau diibaratkan pohon, maka ibadah sunat ini adalah dahan dan ranting-rantingnya.

3. Ibadah umum, semua kegiatan yang meliputi makan, tidur, bicara, kerja dan lain-lain yang menghabiskan 70-90 persen waktu dari kehidupan. Merupakan ibadah fardhu kifayah. Bisa digambarkan sebagai daun. Disini letak indahnya islam, agama Islam memungkinkan penganutnya beribadah 24 jam dalam sehari. Apabila suatu pohon tidak ada daunnya maka menjadi tidak indah, kurang lengkap dan kurang bermanfaat. Bila suatu pohon punya daun tetapi akar dan batangnya rapuh, maka tumbuhan tersebut juga tidak sehat dan rapuh pula.

Masalahnya, sering terjadi kealfaan mukmin dalam ibadah umum. Jadi pembicaraan ini ditekankan dalam ibadah umum. Kadang kita tahu itu ibadah, tapi kita tak meresapi benar bahwa itu ibadah, misalnya kerja. Misalnya kita musafir ke luar negeri karena tugas. Tinggal di hotel, bangun sholat subuh, kita tetap sholat 2 raka’at. Namun, waktu kerja tidak maksimal padahal ada tanggung jawab ukhrawi, tanggung jawab pada Allah. Bulan puasa, setetes air pun kita tak teguk, namun dalam dunia kerja masih menerima uang tidak halal.

Mewujudkan sehari penuh untuk ibadah misalnya; pagi bangun tidur terus berdo’a dan ini merupakan ibadah sunat. Wudhu dan sholat, ini merupakan ibadah wajib. Pergi bekerja dan ini merupakan ibadah umum. Jadi ibadah sehari penuh maknanya terjadinya perpindahan dari ketiga ibadah tersebut. Kalau kita dapat mengatur ketiganya [tidak ada keempat] maka hidup kita dalam sehari itu telah bermakna 24 jam ibadah. Dari sini nampak indahnya Islam sehingga disebut; Islam is way of life.

Catatanku dari majelis motivasi islam pagi, tgl 23 Desember 2011, jam 8 am, Ikim Fm Malaysia.

No comments:

Post a Comment