Friday, December 9, 2011

Antaraku, dia dan Engkau


Kuantar dia gigih dalam ikhtiar,
Kutemani dia pasrah dalam do’a
Terpendam keinginan dibalik kesakitan
Tersimpan harapan dalam kepasrahan
Terpancar keinginan dibalik kerisauan
Bersinar indah kesabaran dan kesyukuran dalam ujian
Pesan-pesan Rasul-Mu sungguh memenuhi segenap hati pemikiran kami
Segala puji untuk-Mu atas apa yang terjadi
Tersampaikan secara indah pesanku dan dia untuk Engkau
Aku dan dia masih ingin tetap bersama
Bersama sama hingga usia beranjak dewasa dan menua
Walau kami sadar posisi do’a terhadap taqdir-Mu
Aku dan dia masih saja berharap
Aku dan dia masih saja tak mengira
Atau mungkin saja, aku dan dia merasakan, namun menepiskan
Bisa jadi aku dan dia membayangkan, namun menafikan
Bahkan sampai detik-detik akhir ketika dia sudah tak membuka mata
Aku masih saja berharap pada keajaiban dari Engkau
Namun ternyata diri ini sungguh tak berani memohon
Walau tangan menengadah
Walau diri bersimpuh
Walau bibir basah dengan tahlil tasbih tahmid serta takbir
Namun do’a untuk kesembuhannya tak berani kusampaikan
Sungguh, kuterlalu takut dan malu kepada-Mu
Karena kutahu Engkau pasti memberi yang terbaik bagi diriku dan dirinya
Kupasrahkan dia kepada-Mu dengan sebaik-baik kepasrahan
Sampai pada hari yang Kau janjikan
Akhirnya, dia pergi
Akhirnya, dia kembali kepada Engkau Yang Maha Memiliki
Kepergian dalam keikhlasan, juga dalam airmata, senyuman dan ucapan kesyukuran
Kepergian disertai terputusnya perjanjian suci yang kuat antara aku, dia dan Engkau
Maha suci Engkau Yaa Allah, hanya untuk-Mu segala puja dan puji.

No comments:

Post a Comment