Sunday, December 11, 2011

Kalau sampai waktu ibumu, duhai anakku

Kalau sampai waktu ibumu, duhai anakku, semoga ibu telah melihat kalian menjadi hamba kekasih Allah SWT, umat rasul yang selalu tunduk dan taat pada sunnah-sunnahnya, selalu menolong [agama] Allah. Ibu harapkan kalian menjadi ahlu Qur’an, selalu mencari ilmu tak henti serta mengamalkan dan menyebarkan ilmu itu sebagai penerang jalan umat untuk tetap hanif di jalan Islam.
Jika suatu ketika engkau temui tulisan ini ketika ibu masih ada bersama, jangan risau duhai anakku. Ini ungkapan kasih sebagai seorang hamba kepada Tuhan-nya juga ungkapan patuh salah seorang umat Muhammad kepada sunnah-sunnahnya. Ingat anakku, Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, ia berkata, Rasulullah Sallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yakni kematian.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Bila seorang insan memperbanyak mengingat mati, insyaAllah memperkuat kehendak untuk memperbanyak amal kebaikan. Imam ad-Daqqaq berkata: “Barangsiapa memperbanyak mengingat mati, dia dikaruniai tiga perkara: 1)Menyegerakan taubat, 2)hati yang qana’ah, dan 3) semangat beribadah.” (At-Tadzkirah, al-Qurthubi 1/23). Abu Hamid Lafaf, berkata, "Barangsiapa banyak mengingat mati, maka ia akan mendapatkan tiga jenis kemuliaan: 1) taufik untuk cepat bertaubat ; 2) sifat Qana’ah; 3) ketenangan dan kelezatan dalam ibadah. Dan barangsiapa melalaikan maut, maka ia akan ditimpa tiga jenis musibah: 1) lalai untuk bertaubat; 2) tidak berpuas hati dengan harta; 3) malas beribadah."

Kalau suatu ketika engkau temui tulisan ini ketika ibu sudah tidak ada bersama, jangan berduka duhai anakku. Do’akan ibu, ayahmu dan mukminin mukminat yang telah menghadap-Nya duhai yang tersayang, semoga kami termasuk yang beruntung. Rasulullah SAW pernah ditanya oleh para sahabat tentang siapa “orang-orang yang beruntung.” Maka Rasul menjawab, “Orang yang paling banyak ingat mati, paling baik dalam persiapan menyambut kematian. Merekalah orang-orang yang beruntung, dimana mereka pergi dengan membawa kemuliaan di dunia dan akhirat.” (HR. Ibnu Majah). Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dun-ya dengan sanad dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallahu `alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat kematian, sebab ia mampu membersihkan dosa-dosa, dan menjauhkan diri dari kesenangan duniawi.” 

Kalau sampai waktu ibumu, duhai anakku, ingat-ingat lagi pesan Luqman yang telah sampai padamu seperti yang dahulu pernah ibu ceritakan. Allah SWT berfirman "Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".(Q.S. Luqman:13). Menyekutukan-Nya jangan sekali kalian lakukan karena sesungguhnya hanya Allah sajalah yang berhak disembah (Allahu mustahiqqul 'ibaadah). Kepada-Nya saja ketakutanmu, pengharapanmu, permohonaan atas pertolongan dan penyerahan segala urusan. 

Kalau sampai waktu ibumu, duhai anakku, tetaplah berbakti kepada ibu bapakmu serta landasilah kebaktian itu dengan ketaatan kepada Allah SWT. "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."(QS.Luqman: 14). Di dalam riwayat Bukhari, Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat:"Amalan apakah yang dicintai oleh Allah? Beliau menjawab: Shalat pada waktunya, ia bertanya lagi: Kemudian Apa?, Beliau menjawab: berbuat baik kepada orang tua. Ia bertanya lagi: kemudian apa? Beliau menjawab: Jihad di jalan Allah" (shahih Bukhari). Duhai anakku, berbaktilah pada orang tuamu selagi kami masih dijalan-Nya Allah berfirman "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik"(QS. Luqman: 14).

Kalau sampai waktu ibumu, duhai anakku, jangan sampai kau terlupa untuk tetap mengikuti jalan orang-orang yang kembali kepada Allah SWT. Ikuti jalan nabi dan rasul serta orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, yang selalu bertaubat kepada Allah SWT, dan selalu dalam jalan Islam. Firman Allah SWT ‘Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Luqman: 15). Duhai anakku, selalu berbuat baiklah walau sekecil apapun karena semua kebaikan tidak akan disia-siakan-Nya. Firman Allah swt: (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui (Q.S. Luqman: 16). "Maka Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula". (QS. Al Zalzalah: 7-8).

Kalau sampai waktu ibumu, duhai anakku, tetaplah untuk selalu medirikan sholat, amar ma’ruf nahi munkar dan bersabar sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Luqman ayat 17: "Hai anakku, dirikanlah shalat …" Shalat dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah SWT. "Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." (QS. Al 'Ankabuut: 45). "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung".(QS. Ali Imran: 104). "Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)."(QS. Luqman: 17).

Kalau sampai waktu ibumu, duhai anakku, ingatlah selalu untuk tidak menyombongkan diri karena Allah SWT melarangnya. "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." Duhai anakku jangan pula kamu berlebih-lebihan atau meremehkan. Ingat firman-Nya, "Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai." Duhai anakku, ibu bapakmu sungguh bahagia dan semoga Allah meredhai apabila kalian berakhlak mulia. Ingatlah Rasulullah yang selalu menyeru pada umatnya untuk senantiasa menuju Allah dan berakhlak mulia.

Kalau sampai waktu ibumu, duhai anakku, tidaklah baik sedih berkepanjangan, ikhlaskan dan do’akan ibu bapakmu dapat bersama dengan orang-orang sholeh, dan mereka yang dikasihi-Nya. Walau tersekat oleh barzah dan kalaupun melihat bagaikan melihat bayangan di permukaan air, insyaAllah kami dapat merasakan kebahagiaan disebabkan kesholehah-an kalian dan kami bahagia karenanya. Tidak hanya kami, insyaAllah Rasulullah beserta kerabat dan sahabat, nenek moyang, guru tempat datangnya ilmu, orang-orang sholeh dan mukminin mukminat pun turut berbahagia seperti ibu selalu katakan pada kalian untuk mengingat dan mendo’akan serta berbakti kepada mereka semua.

Kajang Utama, 11 Desember 2011
Ibumu, wiwik.

No comments:

Post a Comment