Wednesday, December 21, 2011

Kutbah terakhir Rasulullah saw. di padang Arafah 9 Dzulhijjah tahun 10 Hijrah

Terdengar lagi siaran dari suatu radio Islam, petikan kutbah terakhir di bumi Arafah, Khutbah al-Wada’ oleh Rasulullah SAW di Wadi Uranah di hadapan hampir 124 ribu hingga 144 ribu umatnya pada hari Jum’at tanggal 9 Dzulhijjah tahun 10 Hijrah. Siapa yang tidak terharu menghayati pesan-pesan baginda ini. Sungguh, baginda sayang kepada kita umatnya, baginda sangat memikirkan keselamatan kita dunia akherat. Sebagai salah seorang muslimah, sayapun sungguh merasa baginda sangat berusaha untuk melindungi sekaligus mengingatkan bahayanya kalau mukminin dan mukminat tidak menjalankan perintah Allah dan mengikuti sunnah Rasul. Air mata menetes begitu saja, merenungi pesan-pesan Rasulullah. Nyata sungguh cintanya kepada kita umatnya. Nyata benar, tanggung jawab baginda dalam mengemban amanah dari Allah untuk menyampaikan risalah hingga tuntas.

Rasulullah saw dalam kutbahnya di Arafah memberi wasiat sebagai berikut:

Dari Jabir bin Abdullah r.a [HR. Muslim], bahwa Nabi s.a.w bersabda yang artinya:

Wahai Manusia, dengarlah baik baik apa yang akan kukatakan, Aku tidak mengetahui apakah aku akan dapat bertemu lagi dengan kamu semua setelah tahun ini. Oleh itu dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak hadir disini pada hari ini.

Wahai Manusia, sebagaimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang muslim sebagai amanah yang suci. Kembalikan harta kamu yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti siapa pun agar orang lain tidak menyakiti kamu pula. Ingatlah bahwa sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan kamu, dan Dia pasti membuat perhitungan atas amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, Oleh itu segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang.

Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikuti nya dalam perkara kecil.

Wahai Manusia, sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu, mereka juga mempunyai hak atas kamu. Jika mereka menyempurnakan hak mereka atas kamu, maka mereka juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang. Perlakukan wanita wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah terhadap mereka karena sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah meraka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

Wahai Manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini. Sembahlah Allah, Dirikanlah solat lima kali sehari, berpuasalah dibulan Ramadhan dan tunaikanlah zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah ibadah haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahwa setiap muslim adalah saudara kepada muslim yang lain. Tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam soal taqwa dan beramal soleh. Ingatlah, bahwa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk mempertanggungjawabkan segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh karena waspadalah agar jangan sekali-kali kamu keluar dari landasan kebenaran setelah ketiadaanku.

Wahai Manusia, Tidak ada lagi nabi dan rasul yang akan datang setelah aku dan tidak akan lahir agama baru, Oleh karena itu Wahai Manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya maka kamu tidak tersesat selama-lamanya. Itulah Al-Quran dan Sunah-ku.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku menyampaikannya pula kepada orang lain, dan hendaklah orang lain itu pula menyampaikan pula kepada yang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami dan menghayati kata-kataku dari mereka yang mendengar langsung dariku. "Saksikanlah Ya Allah, bahwa telah aku sampaikan risalah-MU kepada hamba-hamba-Mu."

No comments:

Post a Comment