Monday, March 12, 2012

10 Perkara Buruk akibat makanan halal yang berlebihan menurut Imam Ghazali


Bagi ahli ibadah dan ahli ijtihad, dianjurkan untuk menghindari mengkonsumsi makanan halal secara berlebihan. Imam Ghazali memerincinya dalam 10 hal sebagai berikut.

1. Kebanyakan makan membuat hati menjadi keras dan memadamkan cahaya-Nya. Sabda Nabi SAW ‘Janganlah kamu mematikan hati dengan banyak makan dan minum [halal], sebab hati ini seperti tumbuh-tumbuhan, ia akan mati bila terlalu banyak disiram.’
Dikatakan imam Ghazali bahwa ada perumpamaan dari orang-orang sholeh bahwa perut seumpama kuali yang di atasnya terletak hati. Bila kuali itu mendidih asapnya akan mengenai hati. Akibatnya, bila banyak asap ia akan menjadi kotor dan hitam.

2. Kebanyakan makan menimbulkan kebimbangan dan gejolak pada anggota badan. Yang demikian dapat menuntun pada perbuatan iseng dan berlebihan serta kerusakan. Seseorang yang kenyang perut mudah lupa daratan, mata, telinga, lidah, farji, kaki melalukan yang tidak seharusnya dilakukan. Imam Ghazali menyimpulkan bahwa pekerjaan dan ucapan seseorang tergantung pada makan dan minumnya. Jika makan minum haram, akan keluar yang haram pula. Jika mengkonsumsi yang halal namun berlebihan, maka demikian pula yang keluar.

3. Kebanyakan makan menyempitkan akal dan pengetahuan serta menghalangi dari kepintaran. Ad-Daru Qutny rahimahullah mengatakan ‘bila engkau menginginkan sesuatu dari kebutuhan dunia dan akhirat, jangan makan dulu karena makan merubah pikiran menjadi lesu.

4. Kebanyakan makan membuat malas beribadah karena berat, mengantuk, lesu. Ada yang mengatakan bahwa, apabila kamu sedang kenyang, anggaplah kamu sedang lumpuh. Berkata Syd. Sofyan rahimahullah ‘Ibadah itu seumpama perusahaan yang menguntungkan, warungnya berkhalwat dan alatnya lapar.’

5. Kebanyakan makan menghilangkan manisnya ibadah. Abu Bakar Siddiq ra berkata, ‘Sejak masuk Islam, belum pernah aku mengenyangkan perutku karena ingin dapat merasakan manisnya ibadah; dan belum pernah aku puas minum karena sangat rindu pada Allah SWT. Berkata Addarony bahwa rasa manis dalam ibadah dapat ia rasakan bila perutnya rapat dengan punggung.

6. Kebanyakan makan menyebabkan terjerumus dalam subhat dan haram karena barang halal datang kepada kita hanya sekedar menjadi bekal. Sabda Rasulullah SAW, ‘Sesungguhnya yang halal tidak datang padamu kecuali jadi bekal dan yang haram datang kepadamu bertimbun.’

7. Kebanyakan makan berhubungan erat dengan hal-hal berikut; Lelah badan dan hati untuk belanja, memasak dan membersihkan kembali peralatan, perlu fikiran untuk menyiapkannya, macam-macam pekerjaan selesai makan, macam-macam penyakit ditimbulkan akibat makan yang tidak pada tempatnya, kurang mampu untuk ‘dawamut-toharoh’ atau selalu menjaga wudhu, kurang kuat I’tikaf, berat puasa karena tidak biasa lapar.

8. Kebanyakan makan juga akan banyak urusan di akhirat serta payah dalam sakaratul-maut. Sabda Rasulullah SAW, ‘Sakitnya sakaratul-maut ditentukan menurut banyak sedikitnya kenikmatan dunia, karena banyak mengambil kenikmatan dunia, akan menerima kepayahan di akhirat.’

9. Terlalu banyak makan menjadikan kurang ganjaran. Orang-orang sholeh terdahulu telah banyak menghindarkan diri dari bersenang-senang menikmati dunia ini. Sayyidina Umar pernah merasa haus dan diberi minum air yang dicapur dengan beberapa butir kurma sehingga manis. Ketika sedikit dicobanya beliau mengatakan ‘aduh’. Orang tersebut mengatakan ‘aku sudah sedapat mungkin membuatnya manis ya amirul mukminin.’ Namun Umar mengatakan, ‘Andaikata tidak ada akhirat, maka aku akan bersama-sama kamu sekalian bersenang-senang hidup di sini.’

10. Masalah pertanggungjawaban kita kepada Allah SWT darimana datangnya barang, bagaimana digunakan serta kesalahan akibat tidak memperhitungkan orang yang kelaparan.

No comments:

Post a Comment