Friday, March 23, 2012

6 Hal yang Menghalangi Seorang Salik Menuju Allah SWT


Dari naskah Ad-Durr an-Nafis, Permata yang Indah; Titian Sufi menuju Tauhidullah, Syekh Muhammad Nafis Ibn Idris al-Banjari mengatakan bahwa banyak sekali hal yang dapat menghalangi seseorang seorang salik dalam usahanya menuju Allah SWT. Enam diantaranya adalah;
1. Syirk khafi atau sirik yang terselubung. Setiap yang kita lakukan pada hakekatnya adalah karena kehendak dan kuasa Allah semata. Hamba Allah yang telah melakukan penghambaan secara sungguh-sungguh,terus-menerus dan suatu ketika merasa bahwa semua itu karena memang karena ia yang melakukannya, ini merupakan sirik yang terselubung. Sebenarnya Allah yang telah menyebabkan perbuatan itu berlaku. Allah yang menanamkan ilham untuk melakukan, Allah pula yang memberi kekuatan untuk melakukan.
2. Riya’. Hal ini timbul sebagai akibat niat beribadah bukan tertuju pada Allah SWT, niat yang telah melesat bergeser dari yang seharusnya. Sikap riya’ ini didorong ingin dipuji dan dihargai apa yang telah dilakukannya sehingga ia memperlihatkan ibadahnya.
3. Samma’ah. Seseorang yang memberitakan kepada orang-orang bahwa ia telah melakukan ibadah-ibadah secara ikhlas. Biasanya karena dorongan ingin dimuliakan.
4. ‘Ujb. Didorong rasa kagum pada diri sendiri yang berlebihan dalam ibadah yang ia merasa telah banyak, baik maka timbulah rasa ‘ujb atau sombong ini.
5. Saqata awwaluh wuquf ma’a al-‘ibadah. Karena terhalang oleh sesuatu, amal yang jatuh dan terhenti bersama ibadah padahal dia merasa amalnya telah sampai pada Allah SWT.
6. Hijab. Merupakan tabir yang mendindingi ibadah dari Sang Pencipta cahaya, perhiasan dan keindahan. Hal ini terjadi karena seorang salik telah terpesona oleh cahaya, perhiasan dan keindahan yang Allah ciptakan sebagai karunia atas ibadah.
Sebagai pedoman dalam menjaga diri supaya hal-hal tersebut diatas dapat dihindari adalah dengan sikap penyaksian atau syuhud serta keyakinan I’tiqad mengenai hakekat bahwa segala perbuatan kita adalah bersumber dari Allah SWT semata.
Permata yang Indah; Titian Sufi menuju Tauhidullah, Syekh Muhammad Nafis Ibn Idris al-Banjari. Yogyakarta; Penerbit Pustaka Sufi, 2003

No comments:

Post a Comment