Tuesday, March 27, 2012

Cinta yang Berasal dari Allah SWT


Dr. ‘Aidh al-Qarni dalam buku ‘Isyraqat’ atau edisi terjemahannya ‘Cahaya Pencerahan; Petunjuk al-Qur’an dan Hadis untuk Meraih Kesuksesan Dunia dan Akhirat’menjelaskan bahwa  dalam surat Maryam terkandung kabar bahwa Allah akan menanamkan cinta dan kasih sayang dalam hati hamba-nya. Apabila dalam hati hamba-Nya ada kasih sayang, maka cinta itu akan terwujud pada keindahan jiwa dan perbuatan yang nantinya menimbulkan cinta dari hamba-hamba yang lain. Allah berfirman; ‘Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal salih, Allah yang melimpah-limpah rahmatNya akan menanamkan bagi mereka dalam hati orang perasaan kasih sayang.’ QS. Maryam, 96.
Kunci hati dipegang Allah SWT, jika Allah telah membukanya maka seorang hamba yang sholeh akan dicintai hamba-hamba-Nya. Kecintaan hamba-hamba kepada orang sholeh merupakan wujud cinta kepada Allah SWT. Hamba yang mengasihi orang sholeh merupakan orang yang baik dan sebaliknya yang membenci orang sholeh adalah orang yang merugi. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku mencintai si polan maka cintailah dia! Jibril pun mencintainya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah mencintai si polan, maka cintailah dia! Para penghuni langitpun mencintainya. Kemudian dia pun diterima di bumi. Dan apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku membenci si polan, maka bencilah pula dia! Jibril pun membencinya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah membenci si polan, maka bencilah kepadanya. Para penghuni langit pun membencinya. Kemudian kebencianpun merambat ke bumi. (Shahih Muslim No.4772)

Hamba-hamba Allah merupakan saksi yang sangat adil  terhadap orang yang dicintai atau dibenci. Sebab cinta dipengaruhi keindahan budi, kejujuran iman, kemuliaan akhlak seseorang, sedangkan benci dipengaruhi oleh kekerasan hati, rusaknya jiwa, buruknya tabiat seseorang. Oleh karena itu cinta tidak dapat dibeli dengan kekerasan, kekuasaan, kewibawaan karena cinta timbul dikarenakan Allah SWT semata.

Apabila seseorang dikaruniai nikmat cinta, maka kita akan menjumpai dia dalam keadaan penuh cinta dan kasih sayang, orang-orang pun menyambut baik setiap kedatangannya dan mereka mempunyai tempat dihati hamba-hamba Allah SWT.  Karena cinta dari Allah, maka bila kita menginginkan cintanya orang sholeh sudah semestinya meminta dari yang memiliki cinta. Ketaatan, kepatuhan pada Allah dan rasul-Nya, amar makruf nahi mungkar, kesucian hati, niat yang bersih serta akhlak yang baik merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan cinta tersebut.

No comments:

Post a Comment