Sunday, March 25, 2012

Cinta Sejati Karunia Allah SWT, Cinta Tanpa Kecewa; Seni Cinta dalam Berfikir, Merasa dan Bertindak

Assalamu’alaikum wahai saudaraku, tulisan kali ini ada kaitannya dengan buku yang saya baca berjudul Langit Ilahi 2, Kembara Hamba Mencari Cahaya yang ditulis oleh Hilal Asyraf, 2010, Selangor, Galeri Ilmu Sdn. Bhd. Sekedar berkongsi mengenai hal yang menarik karena dirasakan oleh setiap manusia yaitu cinta. Cinta kepada Allah SWT kedudukannya tidak sama dengan cinta kepada manusia dan cinta kepada Rasulullah SAW, para rasul dan nabi terdahulu, sahabat, ulama muktabar berbeda dengan cinta kepada manusia biasa. Cinta bisa dikecewakan apabila cinta itu ditujukan kepada manusia biasa karena manusia biasa banyak kekurangannya apalagi bila yang dicintai kekurangan tarbiyahnya sangat jauh dari baik. Hilal Asyraf juga berbagi ilmunya mengenai seni cinta tanpa kecewa dan perkara ini dikelompokkan dalam 3 kelompok yaitu seni berfikir, seni merasa dan seni bertindak sebagai berikut.


Seni berfikir dalam cinta;

1. Cinta sejati itu tidak buta. Cinta dikaruniakan hanya pada yang berakal karena memerlukan akal untuk menilai cinta dari sudut mutu dan etikanya.

2. Cinta bukan segala-galanya walaupun penting dalam hidup, namun imanlah yang mendasarinya. Cinta sejati dapat dirasakan hanya oleh yang beriman. Cinta juga memerlukan akal karena cinta berkaitan dengan hal nafsu.

3. Cinta memerlukan pedoman atau aturan sebab cinta sejati tidak menolak dan tidak akan lupa pada pedoman hidup, Islam.

4. Cinta itu amanah dan bukan hak. Tidak wajar jika kita gunakan amanah untuk memungkiri amanah yang lain.

5. Cinta sejati sifatnya total. Walaupun kita mencintai seseorang namun cinta itu hanya bagian dari cinta yang menyeluruh. Cinta sejati adalah cinta pada Pencipta yang mendasari pada cinta kepada yang lain yaitu diri, orang tua, masyarakat, agama, pada waktu yang sama ketika kita mencintai seseorang. Cinta sejati meletakkan cinta pada yang berhak sebatas yang patut dicintai.

6. Cinta sejati tidak perlu disebut, karena istimewa bagi kita. Jika kita memberi cinta sejati di bawah naungan Allah SWT, maka tidak akan ada kecewa kalau tidak dibalas, Allah yang membalas kebaikan terhadap cinta kita yang putih bersih.

Seni merasa dalam cinta;

1. Menikmati cinta sedikit demi sedikit dalam kesabaran karena kesabaran ini yang membahagiakan.

2. Merasa bahwa cinta sejati terhadap kekasih adalah mentakrif nikmat tingkat kedua, yang sifatnya sedang sehingga masih dapat membuat pertimbangan wajar. Bila kecewa tidak putus asa karena masih dapat merasakan rahmat Allah yang lain. Tidak ada kebaikan yang sia-sia disisi-Nya.

Seni bertindak dalam cinta

1. Tidak mendahului ketentuan, perlu bersabar sampai tiba masanya sesuai syariat.

2. Jika cinta timbul sebelum menikah, maka cintai sekedarnya. Jika dia bertindak tidak sesuai syariat jauhi dia dan temukan yang lebih baik dan menikahlah karena menikah ikatan cinta.

3. Manifestasi cinta hanyalah setelah menikah, berdo’a penting agar diberkahi-Nya dan diberi nikmat cinta sejati yang indah sekaligus berkah.

No comments:

Post a Comment