Tuesday, March 27, 2012

Cinta yang Agung, Mulia di sisi-Nya; Cinta menurut Dr. ‘Aidh al-Qarni


Alhamdulillah, Allah SWT masih berkenan memberi kita nafas kehidupan untuk bertaubat, beramal sholeh sebaik mungkin serta mencurahkan cinta dan kasih sayang kita kepada-Nya maupun semua makhluk-Nya. Dalam buku ‘Isyraqat’ yang diterjemahkan menjadi ‘Cahaya Pencerahan; Petunjuk al-Qur’an dan Hadis untuk Meraih Kesuksesan Dunia dan Akhirat’. Yogyakarta; Qisthi Press, Dr. ‘Aidh al-Qarni menjelaskan panjang lebar mengenai cinta. Di buku ini kita mendapat gambaran mengenai kedudukan cinta dan pencinta.
Cinta boleh jadi mempunyai kedudukan yang relatif rendah apabila itu merupakan cinta yang muncul dari Ardh atau bumi. Cinta ini rendah karena sifatnya tabu dan maya biasanya bagi manusia yang gelap dan hampa pandangan. Merupakan rintihan kesedihan, duka cita dan penyesalan. Cinta ini muncul karena ada ketergantungan, kesamaan persepsi, materialisme yang bercampur kebobrokan, kehinaan, penghambur-hamburan dan inkonsisten yang berdampat penyesalan, keprihatinan dan kesedihan.
Berbeda dengan cinta yang berasal dari sama’ atau langit. Cinta ini berasal dari Allah SWT, wujudnya adalah ketaatan, penyembahan, kesaksian dan pemujaan diperoleh dengan berdasar ajaran-Nya. Oleh karena cinta ini, seorang pencinta menjadi tunduk dan melaksanakan perintah serta mendekat kepada-Nya. Cinta ini sifatnya agung, mulia dan tulus serta damai. Kecintaan ini sudah semestinya ada pada orang yang beriman kepada-Nya sebagai wujud syukur atas limpahan nikmat dari-Nya. Dia yang sangat luhur, bijaksana dan adil dalam syariat, sifat yang sempurna. Mencintai-Nya dari awal hingga akhir adalah kewajiban, mendekatkan diri pada-Nya merupakan keharusan, bersyukur adalah keniscayaan dan taat kepada-Nya adalah mutlak.
Dr. ‘Aidh al-Qarni juga mengatakan bahwa tidak ada arti cinta dalam bahasa arab selain kata ‘al-Hub yang terdiri dari kata ‘ha’ dan ‘ba’. Huruf ‘ha’ keluar dengan mulut membuka hingga akhirnya menutup dan menyatu kembali. Mengandung filosofi pertemuan setelah perpisahan atau berkumpul setelahi bercerai berai. Kata cinta mengandung unsur panggilan, kecanduan, keteduhan dan pengorbanan. Cinta berarti saling kasih yang butuh pengorbanan, keluhuran dan kerinduan bahkan cinta juga menakjubkan, menyenangkan sekaligus mengherankan, lembut dan mulia, bersinar.
Kata cinta mengandung kerelaan, kedamaian persatuan, kasih sayang sehingga kemarin terasa indah, hari ini serasa ada pesta dan esok ada harapan. Kata cinta pula mengandung makna persatuan dan persaudaraan sehingga ada saling memahami, saling membantu dan kerjasama. Terdapat senyum kebahagiaan dan keresahan, senyum kerinduan dan kepedihan.
Karena cinta, nostalgia masa lalu terimbas kembali bersama semangat, cita-cita, keinginan dan harapan mengulangnya lagi. Karena cinta pula, muncul harapan bak air hujan yang memberi keajaiban, berserinya wajah, indahnya alam disekitar serta harapan yang tercipta dan tersimpan secara indah. Akan muncul juga kerinduan, teratasinya masalah, kecintaan pada yang disekitar sehingga menjadi kekasih atau sahabat dan dikayakan. Kebencian, pikiran jahat berguguran satu per satu.
Dikatakan juga oleh Al Qarni bahwa kata cinta adalah langit, mataharinya pertemuan, rembulannya berpelukan, bintangnya kenangan dan mendungnya air mata. Kata cinta muncul dari alam malaikat, merupakan catatan keabadian dan selalu bersama keagungan. Barang siapa bernaung dalam cinta, maka keinginannya akan terpenuhi dan jauh dari was-was.

No comments:

Post a Comment