Sunday, March 25, 2012

Halangan Berdakwah dan Pentingnya Kesabaran dalam Menghadapinya menurut Dr . Yusuf Qardhawi


Assalamu’alaikum saudaraku, Alhamdulillah masih ada kesempatan untuk saling berbagi. Tiada habis-habisnya apabila kita berbicara mengenai kesabaran. Kesabaran dalam Al Qur’an berkaitan dengan banyak hal. Salah satunya dengan perjuangan di jalan dakwah. Dr . Yusuf Qardhawi dalam bukunya ‘Al-Qur’an Menyuruh Kita Bersabar’ menjelaskan kaitan keduanya. Al Qur’an memberikan contoh mengenai kesukaran dan halangan dalam berdakwah. Beberapa halangan itu antara lain adalah sebagai berikut.
1. Berhadapan dengan telinga dan hati yang terkunci. Para pendakwah biasanya menemui ujian berat kala berhadapan dengan mereka yang hatinya terkunci dan tidak mau mendengar.
2. Berhadapan dengan rintangan yang ditimbulkan manusia yang ingin mengganggunya. Kadangkala tuduhan dapat dialamatkan kepada para pendakwah misalnya pembohong, pengganggu ketentraman atau bahkan ditentang melalui kekuasaan serta kekerasan. Kadang pula sampai disiksa dan dibunuh. Dalam hal ini sabar sangat diperlukan untuk menghadapinya. Ibrahim 12 "Dan mengapa pula kami tidak berserah diri kepada Allah, padahal Ia telah menunjukkan jalan untuk tiap-tiap seorang dari kami menjalaninya? Dan demi sesungguhnya, kami akan bersabar terhadap segala perbuatan kamu menyakiti kami. Dan dengan yang demikian, maka kepada Allah jualah hendaknya berserah diri orang-orang yang mahu berserah". Al-An’am 34 "Dan jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lobang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Kalau Allah menghendaki tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk sebab itu janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang jahil. "
3. Berhadapan dengan jalan panjang yang harus ditempuh. Perjuangan para dai memang panjang namun kesudahaannya adalah kemenangan. Kemengan ini dicapai melalui perjuangan yang gigih, terus-menerus dalam ujian malapetaka yang berbagai macam sampai mereka bertanya mengenai kapan akan tiba kemenangan dari Allah dan Allah menjajikan kemenangan telah dekat Yusuf 110, ‘(Orang-orang yang mendustakan ugama Allah itu telah diberi waktu sebelum ditimpakan dengan azab) hingga apabila Rasul-rasul berputus asa terhadap kaumnya yang ingkar dan menyangka bahawa mereka telah disifatkan oleh kaumnya sebagai orang-orang yang berdusta, datanglah pertolongan Kami kepada mereka, lalu diselamatkanlah sesiapa yang Kami kehendaki. Dan (ingatlah bahawa) azab Kami tidak akan dapat ditolak oleh sesiapapun dari menimpa kaum yang berdosa.’
Dalam menghadapi ini seorang yang berdakwah dapat merasa kekecewaan, kekesalan, sakit hati dan ini semua tidak dapat ditanggung kecuali oleh yang dirahmati Allah SWT. Perkara yang terbaik bagi para pendakwah dalam menghadapi ini semua adalah dengan kukuhnya keyakinan dan bersenjatakan kesabaran. Al Qur’an juga menyebutkan nasehat Luqman Al-Hakim ketika berwasiat kepada anaknya.
"Wahai anak kesayanganKu, dirikanlah sembahyang, dan suruhlah berbuat kebaikan, serta laranglah daripada melakukan perbuatan yang mungkar, dan bersabarlah atas segala bala bencana yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu adalah dari perkara-perkara yang perlu dilakukan." Luqman, 17.
Makna nasehat Luqman ini berkaitan dengan perlunya mempersiapkan diri untuk bersikap sabar menghadapi sikap yang tidak menyenangkan selagi mengajak kepada yang makruf dan melarang yang mungkar.

No comments:

Post a Comment