Thursday, March 29, 2012

Hikmah Dibalik Musibah; Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah


Karena cinta-Nya kepada mukminlah Allah SWT memberi anugerah berupa musibah.  Oleh karena itu sebagai hamba-Nya, saya menyeru diri saya sendiri dan siapa yang membaca ini untuk lebih meresapi beberapa hikmah dibalik musibah. Apabila kita memahami dan meresapi benar bahwa musibah itu merupakan wujud kasih sayang-Nya, insyaAllah, kita dapat berfikir dan bertindak secara baik seperti yang Allah kehendaki. Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Al-Ibtila wa Awamil ats-Tsabat menunjukkan beberapa perkara sebagai manfaat atau hikmah dibalik musibah.
1.       Menyadari akan kemuliaan dan kekuatan kehendak Allah, sebaliknya menyadari kelemahan diri sebagai seorang hamba. Merupakan perkara yang berguna jika seorang hamba diuji lalu dia merasa kecil, hina dan tak berdaya di hadapan Allah SWT. [catatan penulis; perkara ini sungguh telah terjadi dan sangat saya rasakan ketika suami yang semula sehat dalam waktu singkat menjadi tidak berdaya dan akhirnya Allah SWT memanggilnya. Sungguh yang terasa kala itu adalah perasaan tidak berdaya apa-apa kecuali hanya mengharap belas kasih dan karunia-Nya. Kalau Allah SWT menghendaki, walau ‘sekedar’ menarik nafas kita tidak akan mampu tanpa seijin-Nya demikian juga walau ‘sekedar’ membuka mata atau menggerakkan jari].
2.       Menyadarkan kita bahwa perlu ikhlas hanya kepada Allah SWT. Adanya ujian merupakan saat tepat terlihatnya keikhlasan diri seorang hamba. Kala seorang hamba terbiasa mengerjakan aktivitas ibadah dalam hidupnya secara ikhlas maka ia akan lebih mudah untuk sabar dan redha ketika terjadi musibah serta berusaha menyembunyikan kesabarannya itu.
3.       Bertaubat serta memperbaiki kehidupannya seperti tuntunan agama. Jika kita tahu bahwa ujian diberikan supaya kita kembali dalam rengkuhan kasih sayang-Nya, insyaAllah kita akan diberi kesungguhan bertaubat dan memperbaiki diri sehingga dapat menjadi hamba yang dicintai-Nya.
4.       Menghapus dosa, mengangkat derajad dan mensucikan hati. Bila kita ikhlas mendapat musibah dan berperilaku yang benar sesuai ajaran agama, maka anugerah yang indah dari Allah berupa pengampunan dosa, derajad yang naik dan hati yang bersih suci insyaAllah terlimpah kepada kita.
5.       Memahami secara sungguh-sungguh nikmat berupa kesenangan yang terasa setelah diberi ujian, sehingga dapat mensyukurinya.
6.       Meningkatkan empati kepada saudara yang juga mengalami ujian serta dapat mendo’akan mereka.
7.       Memperkuat barisan orang beriman dan perjuangan dakwah. Bila hati ditimpa keperihan dan kembali mensucikan diri, maka akan muncul orang-orang yang taat sehingga semakin kuatlah barisan orang beriman dan dapat memperkuat dakwah Islam.
8.     Memperkuat dan mengagungkan prinsip-prinsip dasar keagamaan. Bila seseorang mukmin ditimpa musibah dan ia redha, hal ini akan memerkuat prinsip-prinsip keislaman yang dia pegang.
9.       Memberi pengaruh positif kepada masyarakat.
10.   Membersihkan hati
11.   Muhasabah diri.
12.   Menang atas hawa nafsu dan syaitan
13.   Melemahkan taktik orang kafir.
14.   Membuat istimewa barisan Islam
15.   Faedah tak diketahui oleh manusia sebagai hamba Allah.

2 comments: