Saturday, March 10, 2012

Kemuliaan Merawat Anak Perempuan

Pernah saya mendengar berita kekecewaan suami isteri yang dianugerahi anak perempuan. Sungguh perkara ini telah berlaku sejak jaman dahulu, sejak jaman jahiliyah. Sebenarnya, apabila mereka tahu kedudukan anak perempuan di mata Allah dan Rasul-Nya serta kemuliaan yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada siapa yang telah merawat dan mendidik anak perempuan dengan baik, niscaya mereka tidak akan berbuat keji. Terutama orang-orang yang telah berada dalam masa-masa ‘terang benderang’ setelah mendapatkan berita dari Rasul, seharusnya mereka sudah tidak lagi melakukan penyia-nyiaan terhadap anak perempuan.

Salah satu anugerah indah bagi orang yang tlah mendidik dan merawat anak perempuan adalah hal itu akan menjadi penghalang dari api neraka. Aisyah ra. berkata: "Ada seorang wanita masuk besama dua anak perempuannya seraya dan minta diberi sesuatu. Akan tetapi aku tidak mendapatkan sesuatu untuk diberikan kecuali sebutir buah kurma. Aku berikan sebutir buah kurma tersebut kepadanya. Kemudian si ibu itu membaginya kepada kedua anaknya. Sementara ia sendiri tidak makan. Kemudian mereka keluar dan pergi. Ketika Nabi saw. datang dan masuk kepada kami, aku beritahukan kisah ini kepadanya. Kemudian beliau berkata:

"مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ الْبَناَتِ بِشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إلَيْهِن كُنَّ لَهُ سِتْراً مِنَ النّاَرِ"


Barangsiapa yang diuji dengan mendapatkan anak perempuan kemudian ia berbuat baik kepada mereka (dengan mendidiknya) maka anak perempuan itu akan menjadi penghalang baginya dari sentuhan api neraka. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemuliaan yang tidak kalah berharga adalah merawat dan mendidik anak perempuan dapat mengantarkan seseorang masuk ke syurga. Aisyah ra. ia berkata: “Aku kedatangan seorang ibu miskin yang membawa kedua anak perempuannya. Aku berikan kepadanya tiga butir buah kurma. Kemudian ia memberikan masing-masing dari kedua anaknya satu butir kurma dan yang satu butir lagi ia ambil untuk dimakan sendiri. Akan tetapi, ketika ia akan memakannya, kedua anaknya itu memintanya. Akhirnya satu butir kurma itu dibelah dua dan diberikan kepada mereka berdua. Kejadian itu mengagumkanku. Maka, aku ceritakan hal itu kepada Nabi saw. Beliau bersabda:

"إِنَّ اللهَ قَدْ أوْجَبَ لَهاَ بِهاَ الْجَنَّةِ، أَوْ أَعْتَقَهاَ بِهاَ مِنَ الناَّرِ"

Allah saw. mengharuskan ibu itu masuk surga atau membebaskannya dari neraka disebabkan kasih sayangnya terhadap anak perempuannya. (HR. Muslim)

Demikian juga dengan hadits ini, Ibnu Abbas ra. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:

”مَنْ كاَنَتْ لَهُ أُنْثَى فَلَمْ يَئِدْهاَ وَلَمْ يُهِنْهاَ وَلَمْ يُؤْثِرْ وَلَدَهُ عَلَيْهاَ أَدْخَلَهُ اللهُ الْجَنَّةَ“

Barangsiapa mempunyai satu anak perempuan kemudian ia tidak menguburkannya hidup-hidup, tidak menghinakannya dan tidak mengutamakan anak laki-laki daripada anak perempuan maka Allah akan memasukannya ke dalam surga.(HR. Abu Dawud)

Kemuliaan yang lain pula adalah terangkatnya derajad karena merawat dan mendidik anak perempuan. Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra bahwa Rasulullah saw. bersabda:

"مَنْ عاَلَ جاَرِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغاَ جاَءَ يَوْمَ الْقِياَمَةِ أناَ وَهَوَ"

Barangsiapa mengurus dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa maka ia datang di hari kiamat bersamaku.” Beliau merapatkan jari-jemarinya. (HR. Muslim)

Demikian pula dalam hadits ini,

”مَنْ عاَلَ جاَرِيَتَيْنَ دَخَلْتُ أناَ وَهُوَ الْجَنَّةَ كَهاَتَيْنِ“

Barangsiapa yang mengurus dua anak perempuan maka aku dan dia akan masuk surga seperti ini. Beliau berisyarat dengan dua jarinya (telunjuk dan jari tengah). (HR. Tirmidzi)

Kedua hadits ini merupakan kabar gembira bagi orang yang dikaruniai dua anak perempuan kemudian ia merawat dan mendidiknya dengan baik, dimana ia nanti di hari kiamat masuk dalam kelompok Rasulullah saw. Pada masa itu ketika dalam suasana tegang, mencekam, penuh rasa takut karena suasana kacau, insyaAllah bersama Rasulullah keadaan seseorang akan lebih tenang.

Mendidik anak perempuan dengan sebaik-baiknya akan menjadi tabir dan penghalang dari api neraka juga diiriwayatkan dari Uqbah bin Nafie, Rasulullah saw. bersabda,

"مَنْ كاَنَ لَهُ ثَلاَثُ بَناَتٍ فَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ وَأَطْعَمَهُنَّ وَسَقاَهُنَّ وَكَساَهُنَّ مِنْ جِدَتِهِ كُنَّ لَهُ حِجاَباً مِنَ النّاَرِ يَوْمَ الْقِياَمَةِ"

Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan kemudian ia sabar atas (merawat dan mendidik) mereka serta ia memberi makan dan minum mereka dari apa-apa yang ia dapatkan maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang baginya dari api neraka di hari kiamat. (HR. Ahmad)

Sabda Nabi SAW pula,

"مَنْ عاَلَ ابْنَتَيْنِ أوْ ثَلاَثَ بَناَتٍ أوْ أُخْتَيَنِ أوْ ثَلاَثَ أخَواَتٍ حَتَّى يَمُتْنَ أوْ يَمُوْتُ عَنْهُنَّ كُنْتُ أناَ وَهُوَ كَهاَتَيْنِ"

Barangsiapa yang menanggung dua atau tiga anak perempuan; dua atau tiga saudara perempuan hingga mereka meninggal dunia atau ia lebih dahulu meninggal dunia maka aku dan dia seperti dua ini. (Shahih al Jami') Beliau berisyarat dengan dua jarinya, telunjuk dan jari tengah.

No comments:

Post a Comment