Thursday, March 29, 2012

Kunci Kesholehan Diri dan Kunci Kebahagiaan/Kesengsaraan menurut Syeikh Mustafa al-Adawi

Syeikh Mustafa al-Adawi mengatakan bahwa kesempurnaan seorang hamba dan kesolehannya sulit tercipta bila seorang hamba, mempunyai sifat keras, kaku, susah diatur dan tidak siap menjadi sempurna dan sholeh. Demikian juga sulit dicapai bila watak lembut mudah dinasehati namun tidak mempertahankan diri dari watak yang sedemikian. Inilah kunci kesempurnaan diri dan kesholehan.
Seorang hamba yang diberi ujian oleh Allah dan ia mengembalikan cubaan itu kepada-Nya niscaya ujian itu akan berbuah kebaikan. Walaupun ujian tersebut berat dan deritanya lama, namun insyaAllah akan berakhir juga dan ketika itu ganjaran akan dikecapi hamba yang redha tersebut. Ganjaran itu berupa kedekatannya dengan-Nya. Syeikh bahkan menyebut bahwa ujian adalah inti kenikmatan karena walaupun jiwanya tidak menyukai namun justru ujian itu yang menyebabkan dicintai Allah. Inilah kunci kebahagiaan itu, bagi orang ini ujian merupakan rahmat, penyucian diri.
Apabila seorang hamba mendapat ujian dan tidak mengembalikan kepada Allah, maka hati jauh dari-Nya. Ia menjadi orang yang lalai, tidak memohon, tidak patuh, tidak merendahkan diri dan taubat kepada-Nya. Orang ini akan dikempalikan pada watak keras, sombong, jahat, tidak bersyukur ketika ujian itu telah berakhir. Bagi orang ini ujian adalah malapetaka yang menyengsarakan.
Sumber; Syeikh Mustafa al-Adawi, 2 Jalan menuju Kebahagiaan [dunia dan akhirat]. Terjemah oleh H. Zulfahmi Lubis, Lc,  M.Ag. Selangor, Berlian Publication Sdn. Bhd. 2008.

No comments:

Post a Comment