Friday, March 2, 2012

Menjadi suami berwatak rijal

Dalam konteks rumah tangga, suami mempunyai kedudukan sebagai pemimpin. Untuk terselenggaranya kehidupan rumah tangga yang tentram penuh kasih sayang dan diberkahi Allah SWT, semestinya suami mempunyai watak rijal. Allah berfirman;

‘Kaum laki-laki itu adalah pemimpin (Qawwamun) bagi kaum wanita,’ (QS AnNisa [4]:34)

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh suami adalah sebagai berikut;

1. Biasakan menjadi perancang dalam keluarga, jangan terbiasa membiarkan segala keputusan di tangan isteri.

2. Yang benar adalah benar yang salah adalah salah, kalau salah akui salah. Apabila kita tahu bahwa kita telah berbuat salah namun tidak mengakui dan meminta maaf, bagaimana dapat memimpin dan menasehati istri.

3. Jika berdiskusi atau kalaupun terjadi pertengkaran jangan ikut cecak yang tertinggal adalah ekornya sedangkan cecaknya telah pergi jauh. Maknanya, tidak membiarkan terlibat dalam perbincangan yang tidak pada tempatnya [isu melebar tidak karuan] dan tidak konsen pada isu pertama/masalah utama.

4. Tahu hak-hak yang ditunaikan pada istri dan tahu batasan. Benda2 utama ataukan benda2 sekunder, maupun benda luxury. Berdasarkan hak, kemampuan dan keperluan.

5. Belajar mengurus nafsu syahwat, contoh meyakini bahwa istri adalah yang cantik dan paling sesuai untuk dirinya, menjaga hati dari mengagumi wanita-wanita di luar yang lebih cantik. Tidak melihat hal-hal yang menjerumuskan misalnya video-video porno. Perbanyak puasa, berdzikir, dan do’a. Jangan mendekati hal-hal yang akan membuat kita melakukan perkara buruk.

6. Menjaga nafkah bathin, baik suami maupun isteri. Contoh bila sakit diabetes sehingga mengganggu hubungan suami isteri, maka sebaiknya berikhtiar.

7. Jangan berpoligami kalau tidak mampu materiil ataupun mental. Dari sudut materi, misal isteri juga bekerja sejak awal berumah tangga isteri membantu untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Saat suami naik pangkat dan naik gaji, suami merasa uang itu duit lebih, padahal sebenarnya ada uang hak isteri dan anak yang sebenarnya tidak ditunaikan karena sudah terbiasa sejak lama dicukupi isteri. Hindarkan diri dari makan harta haram seperti ini. Dari segi mental, misalnya secara sembunyi-sembunyi berpoligami. Mohon jangan dilakukan hal ini karena sangat menyakitkan isteri atau merasa ditipu. Jika sudah terjadi maka daftarkan, karena berhubungan dengan banyak hal misalnya faraid, jika tidak terdaftar maka anak dari isteri kedua tidak mendapat waris. Kalau ini terjadi maka istri dan anak pertama terlibat dalam makan harta yang haram.

8. Sihir, al Baqarah 102 Allah menyatakan bahwa sihir dapat menceraikan suami isteri. Baca surat kahfi 1-10, barang siapa yang baca itu aman dari sihir, thoha 1-5, ayat kursi. Contoh baru mulai nikah baca surat thoha, atau setelah sholat, isteri mencium tangan suami lalu bacakan surat thoha.

Dicatat dari majelis ilmu ikim fm 3 Maret 2012 jam 11.30 am.

No comments:

Post a Comment