Tuesday, March 27, 2012

Persiapan Sholat untuk Mewujudkan Sholat yang Sempurna; Pembahasan Imam Ghazali


Perkara yang akan dihisab pertama kali adalah sholat,  Rasulullah SAW bersabda, 'Yang pertama-tama dipertanyakan terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya.' (HR. Tirmidzi). Oleh karena itu saya berusaha mencari sumber terpercaya yang membicarakan mengenai sholat.  Salah satu ulama yang tidak diragukan lagi kefakihannya dalam ilmu agama adalah Imam Ghazali. Beliau membicarakan mengenai mempersiapkan sholat dalam kitabnya Bidayatul Hidayah.
Imam Ghazali menekankan bahwa kita perlu membuat persiapan sebelum melaksanakan sholat. Beberapa hal yang harus kita persiapkan misalnya berkaitan dengan sholat dhuhur. Sebelum waktu tergelincir matahari, maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Sebagai bekal menghidupkan malam sangat perlu tidur sejenak waktu siang sebaiknya dapat bangun kembali sebelum matahari tergelincir untuk kemudian melakukan wudhu dan pergi ke masjid. Tidur ini dinamakan al-Qailulah, bagaikan sahur-nya puasa karena merupakan bekal sholat malam. Setelah datang ke masjid, maka terus melakukan sholat sunat empat rakaat.
Abdullah Ibnu Said r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW mengerjakan empat rakaat sesudah zawal (yaitu sesudah matahari berada pada puncaknya) dan sebelum shalat dzhuhur dan Baginda bersabda: inilah masa yang mana pintu-pintu langit terbuka dan saya menghendaki yang amal-amal kebaikan saya naik kelangit pada saat ini (dan dikabulkan oleh Allah).  HR.Tirmidzi  
Sholat ini disebut sunat muakkad dan sebaiknya dikerjakan dengan tertin. Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa yang mengerjakan sholat dengan tertib rukuk dan sujudnya, sholatnya itu akan diikuti oleh tujuh puluh ribu malaikat yang terus berdo’a memohonkan ampun baginya sampai malam.’ Setelah itu mengerjakan sholat dhuhur bersama imam. Kejakan pula sholat sunat dua rakaat, sunat rawatib.
Sebelum sholat asar hendaknya sholat sunat empat rakaat, Rasul SAW bersabda, ‘Allah sangat kasih terhadap orang yang mengerjakan sholat empat rakaat sebelum asar.’ Setelah itu laksanakan sholat asar besama imam. Bila matahari menguning senja maka sebelum terbenam datanglah ke masjid. Waktu antara asar dan maghrib ini ditumpukan untuk tasbih dan istighfar. Allah SWT berfirman, ‘Dan bertasbihlah memuji Tuhan sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam.’ Sebelum matahari terbenam baca ayat Al Qur’an misalnya Surat Ad-Dhuha, Al Lail, Al Falaq dan An Nas.
Bila terdengar seruan muazin untuk sholat maghrib, maka sahut seruan itu dan berdo’alah. Setelah itu sholat maghrib dan jangan bercakap apapun sebelum sholat sunat rawatib dua rakaat. Bila sanggup niatkan I’tikaf dalam masjid sampai isya’, isilah dengan sholat merupakan sholat untuk bertaubat. Rasulullah SAW pernah ditanya orang mengenai firman Allah SWT ‘punggungnya tergantung dari tempat tidur’. Baginda menjawab, ‘Itulah sholat yang dilakukan antara maghrib dan Isya. Ia menghapuskan seluruh perbuatan tak berguna di waktu siang.’
Sebelum sholat isya, sholatlah sunat empat rakaat yang amat besar ganjarannya, kemudian sholat isya dan dilanjutkan sunat dua rakaat yang merupakan sunat rawatib. Ayat yang baik dibaca Surat As Sajdah, Surat Al Mulk, Yaasin, Ad-Dukhan. Sesudah itu lakukan sholat sunat empat rakaat diiringi witir tiga rakaat, namun bila akan sholat di malam nanti maka tangguhkan witir itu. Surat yang baik dibaca kala sholat ini adalah Al A’la, Al Kafirun, Al Ikhlas, Al Falaq, An-Nas.

No comments:

Post a Comment