Monday, April 30, 2012

Hakikat berhaji menurut Iman Ghazali [3]; Meninggalkan rumah

Yang perlu kita rasakan ketika meninggalkan rumah adalah;
1.       Perjalanan ini adalah perjalanan  yang berbeda dengan perjalanan duniawi karena memenuhi panggilan Allah SWT, meninggalkan keluarga dan kehidupan sehari-hari yang biasa dilakukan.
2.       Faham apa yang apa yang dikehendaki, ke mana akan dituju dan kepada siapa akan menghadap. Menghadap ke Baitullah ‘Azza wa Jalla yang agung dalam kehormatan dan luhur  walaupun bertemu dengan Baitullah ini belum dapat disamakan dengan bertemu Allah kecuali segala hasrat dan keinginan diri sudah tertumpu pada-Nya.
3.       Menghidupkan keyakinan mengenai diterimanya amalan-amalan yang dikerjakan. Bukan karena sekedar berpisah dengan keluarga dan pergi ke Baitullah, namun karena yakin akan karunia-Nya akan harapan wujudnya janji Allah kepada siapa yang memenuhi panggilan-Nya.
4.       Berkeyakinan bahwa jika tidak sampai ke Baitullah, ia tetap bertemu dengan-Nya dengan menghampiri-Nya. Berdasarkan firman Allah SWT dalam QS 4, ayat 100. ‘Maka barangsiapa keluar dari rumahnya, berhijrah pada Allah dan Rasul-Nya kemudian mati. Sungguh tetap pahalanya di sisi Allah…’
Sumber; Ibadah Perspektif Sufistik dari Kitab Ihya Ulumuddin karya Hujjatul Islam, Al Imam Abu Hamid Ghazali. Surabaya; Risalah Gusti. Penerjemah Roudlon, S.Ag. dari Inner Dimensions of Islamic Worship, Muhtar Holland.

No comments:

Post a Comment