Monday, April 30, 2012

Hakikat berhaji menurut Iman Ghazali [4]; Memakai pakaian Ihram dan ber-talbiyah

Beberapa hal yang perlu difikirkan adalah;
1.       Di tempat miqat, kita berihram dan membaca bacaan ‘labbaik’ perlu sadar bahwa ini merupakan suatu jawaban atas panggilan Allah SWT. QS 22, ayat 27, ‘Dan serulah manusia untuk beribadah haji…’.
2.       Penuhi hati dengan harap amal diterima dan takut dan ragu bila terkata; ‘tiada rahmat dan kebahagiaan bagimu’. Bersihkan diri dan menyandarkan diri pada kemurahan dan karunia-Nya. Kita tidak tahu apakah akan dapat melaksanakan ibadah haji sebagaimana yang Dia kehendaki dan tidak tahu apakah akan diterima.
3.       Perlu diingat saat ketika sangkakala ditiup, manusia dipanggil-Nya dengan dibangkitkan dari kubur, berbondong-bondong menuju padang Mahsyar untuk menerima rahmat atau laknat. Perasaan pun sama yaitu was-was, takut, ragu dan penuh harap akan karunia-Nya.
Sumber; Ibadah Perspektif Sufistik dari Kitab Ihya Ulumuddin karya Hujjatul Islam, Al Imam Abu Hamid Ghazali. Surabaya; Risalah Gusti. Penerjemah Roudlon, S.Ag. dari Inner Dimensions of Islamic Worship, Muhtar Holland.

No comments:

Post a Comment