Monday, April 30, 2012

Hakikat berhaji menurut Iman Ghazali [6]; Ketika melihat Ka’bah

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah;
1.       Menyadari keagungan Baitullah dan membayangkan sedang mamandang pemilik Baitullah.
2.       Berharap dalam hati nanti di akhirat dapat memandang-Nya karena dirinya termasuk yang pernah memandang baitullah.
3.       Bersyukur kepada-Nya atas karunia sehingga termasuk dalam golongan yang mendekatkan diri kepada-Nya.
4.       Bayangkan bahwa nanti di akhirat orang berbondong-bondong menuju syurga, namun nantinya  ada yang  tertolak seperti halnya ibadah haji adayang diterima dan ada yang ditolak.
Sumber; Ibadah Perspektif Sufistik dari Kitab Ihya Ulumuddin karya Hujjatul Islam, Al Imam Abu Hamid Ghazali. Surabaya; Risalah Gusti. Penerjemah Roudlon, S.Ag. dari Inner Dimensions of Islamic Worship, Muhtar Holland.

No comments:

Post a Comment