Monday, April 30, 2012

Hakikat berhaji menurut Iman Ghazali [8]; Sa’i


Seseorang yang melakukan sa’I dianjurkan untuk;
1.       Merasakan bahwa ia seolah-olah bagaikan seorang hamba yang mondar mandir di depan istana rajanya.
2.       Merupakan ungkapan ikhlas dalam berkhidmat, mengharapkan diperhatikan disayangi oleh-Nya.
3.       Berharap tanpa pernah tahu apakah dirinya diterima atau tidak oleh-Nya.
4.       Membayangkan dirinya sedang mondar-mandir antara ujung neraca kelak di akhirat, bayangkan  ash-shafa sebagai ujung neraca kebaikan dan sebaliknya al-Marwah, untuk melihat mana yang lebih berat dan lebih ringan bermakna akan mendapat siksaan ataukah ampunan dan rahmat-Nya.

Sumber; Ibadah Perspektif Sufistik dari Kitab Ihya Ulumuddin karya Hujjatul Islam, Al Imam Abu Hamid Ghazali. Surabaya; Risalah Gusti. Penerjemah Roudlon, S.Ag. dari Inner Dimensions of Islamic Worship, Muhtar Holland.

No comments:

Post a Comment