Monday, April 30, 2012

Hakikat berhaji menurut Iman Ghazali [9]; Berdiri di Arafah


Perlu ditanamkan dalan hati;
1.    Berdiri ditengah ramai orang berbagai bangsa, bahasa, dengan kelompoknya masing-masing bersama dengan imamnya sembari menyesuaikan dengan posisi sesuatu amal masing-masing.Hal ini terjadi di Padang Masyar di mana setiap umat bersama Rasul-Nya dan pemimpinnya. Masing-masing mengikuti arahan Rasul dan berharap cemas akan diterima atau ditolak amalnya.
2.       Setelah dikumpulkan, maka berserah diri kepada Allah dengan penuh harap akan perlindungan dan kasih sayang-Nya berharap nanti akan dikumpulkan bersama-sama orang yang mendapat kemenangan.
3.     Perlu yakin Allah akan menjawab pengharapan kita karena kasih-Nya kepada orang-orang yang mulia.
4.    Kemudian tempat wukuf dipenuhi orang sholeh yang mengangkat tangan mengharap karunia-Nya dengan penuh berserah diri penuh takut pada Allah, namun tetap yakin Allah akan mengampunkan dosa dan mengabulkan pengharapan hamba-Nya. Pertemuan dan bersatunya orang-orang sholeh yang mempunyai satu pengharapan akan menjelma menjadi kekuatan yang besar karena ada hubungan antar hati yang sama harap, do’a, dalam satu waktu dan satu tempat, dan ini merupakan rahasia haji.
Sumber; Ibadah Perspektif Sufistik dari Kitab Ihya Ulumuddin karya Hujjatul Islam, Al Imam Abu Hamid Ghazali. Surabaya; Risalah Gusti. Penerjemah Roudlon, S.Ag. dari Inner Dimensions of Islamic Worship, Muhtar Holland.

No comments:

Post a Comment