Thursday, April 5, 2012

Jihad, Perdamaian dan Peperangan; Sekilas Pandangan Syed Qutb


Syed Qutb telah dihukum mati di tiang gantungan pada 1966 oleh pemerintah Mesir yang pada saat itu dipimpin oleh Presiden Gamal Abdul Naser. Beliau dihukum mati atas tuduhan berencana membunuh presiden Mesir. Tertarik pada pandangan-pandangan beliau, ini sekilas ringkasan pemikirannya mengenai Islam terutama bagian jihad, lebih khususnya lagi mengenai perdamaian dan peperangan. Islam merupakan agama perdamaian yang justru mengutamakan kasih sayang dan menjadi penyelamat sekalian alam. Pandangan ini diambil dari Ma’alim fi al-Thariq dan Fi Zilal al Qur’an yang diterjemahkan ditulis kembali dalam buku berjudul Pedoman Pendakwah Sepanjang Zaman oleh Abu Mazaya al-Hafiz, Kuala Lumpur, Hidayah Publishers, 2005.
Sejak masa Rasulullah SAW sampai sekarang, prinsip dakwah dalam Islam adalah sama yaitu melalui perdamaian dan kelembutan. Tidak benar pandangan yang mengatakan bahwa Islam disebarkan dengan cara kekerasan, paksaan apa lagi peperangan. ‘Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka’ QS. al-Ghasyiyah: 21-22
Sedangkan firman Allah SWT berikut ini merupakan petunjuk mengenai cara-cara dakwah dan siapa yang didakwahi. ‘Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.’ An Nahl 125.

Difahamkan dari firman Allah SWT tersebut perlunya dakwah secara penuh hikmah terhadap golongan intelektual, nasehat yang baik dan penyampaian yang sopan santun kepada orang awam dan kepada golongan jadal dan takbur maka berdebat merupakan cara yang tepat.

Adapun mengenai perang yang telah terjadi dan tercatat dalam sejarah terjadi karena pihak-pihak yang disampaikan dakwah secara lembut dan damai memperlakukan pendakwah dengan bengis, kasar bahkan sampai dibunuh. Misalnya yang terjadi pada al-Harith bin ‘Unair al-Azdy oleh penguasa Rum. Sebagai tidakan defensive Rasulullah SAW mengirimkan tentara di bawah Zaid bin Harithah ra. Jadi secara umumnya, Islam mengajarkan senantiasa bersikap lembut dan damai serta  menjamin keselamatan pihak manapun yang mau berhubungan dan bersikap baik. Namun demikian, Al Qur’an tidak membiarkan keluhuran Kalimah Allah SWT direndahkan, demikian juga dengan harkat dan martabat muslim.

No comments:

Post a Comment