Saturday, April 7, 2012

Mencipta Ikhlas, Menyingkirkan Riya’


Dikatakan oleh Ibnu Qayyim dalam bukunya Al-Fawaaid, ikhlas dan riya’ tidak bisa menyatu di dalam hati.  Keduanya bagai minyak dengan air. Bila ada lintasan dalam qolbu yang menginginkan keikhlasan, maka yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.
1.     Pertama kali perhatikan ketamakan yang ada dalam qolbu, berangus ketamakan itu dengan memupus harapan pada keinginan-keinginan yang mencipta ketamakan. Ketamakan dapat dibunuh bila ada keyakinan bahwa pemilik sesuatu yang kita inginkan adalah Allah SWT.
2.      Kemudian arahkan perhatian pada sanjungan dan pujian, berzuhudlah terhadap keduanya. Supaya dapat zuhud terhadap pujian, harus ada keyakinan bahwa tidak ada manfaat pujian itu kecuali Allah menghendaki demikian pula mudaratnya tidak tercipta tanpa kehendak Allah SWT.
Jika keduanya berhasil dilakukan, insyaAllah kita dapat beramal secara ikhlas.

No comments:

Post a Comment