Sunday, April 8, 2012

Riya’ Merontokkan Buah Amalan


Salah satu penyakit hati yang jika dibiarkan dapat menyebabkan habis buah amalan yang telah dilakukan adalah riya’. Dalam bukunya Nasihat untuk Orang-Orang yang Lalai, Khalid A. Mu’thi Khalif mengatakan bahwa riya’ ini dicirikan dengan munculnya perasaan ingin dipuji oleh orang lain. Bahkan riya’ ini dimasukkan dalam syirik kecil oleh Rasulullah SAW. Dampaknya sungguh dasyat karena menjadikan hampa amalan yang telah dilakukan. Riya’ pun sangat halus, samar dan tersembunyi dalam hati manusia.
 Allah SWT berfirman; ‘Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan lalu Kami jadikan amal itu [bagaikan] debu yang berterbangan.’’ Al-Furqaan, 23.
Allah SWT pun berfirman, ‘Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhan-nya maka hendaklah ia mengerjakan amal sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah pada-Nya.
Riya’ dihilangkan dengan cara menumbuhkan keikhlasan, walaupun menciptakan keikhlasan juga bukan hal yang mudah. Niat berperan penting, jadi pertama kali yang dilakukan adalah mempelajari niat yang baik. Imam Yahya bin Abi Katsir berkata,’Belajarlah tentang cara berniat yang baik karena niat yang benar itu lebih penting dari amal [yang dilakukan]. Bahkan Syufyan ats-Tsauri pun berkata, ‘Tiada yang sulit saya obati melebihi sulitnya mengobati [menata] niat karena ia sering berubah-ubah.’
Langkah seterusnya adalah tidak menjadikan diri lalai dan membiarkan jiwa dikuasai oleh niat yang tidak pada tempatnya karena ini menimbulkan ketidakikhlasan.

No comments:

Post a Comment