Sunday, April 8, 2012

Rukun Kekafiran Menurut Ibnu Qayyim


Ada empat rukun kekafirun menurut Ibnu Qayyim dalam bukunya Al-Fawaaid;
1.       Kibr, merupakan kebalikan ketundukan
2.       Hasad, kebalikan memberi dan menerima nasehat
3.       Ghadab atau marah/dendam, kebalikan keadilan
4.       Nafsu syahwat, kebalikan ibadah yang berkonsentrasi
Bila kibr runtuh, maka seseorang akan dimudahkan untuk tunduk dan patuh dan ketika hasad hancur, maka seseorang menjadi mudah memberi dan menerima nasehat. Jika ghadab hancur maka seseorang akan dimudahkan bersikap adil. Jika nafsu syahwat ditundukkan maka seseorang mudah untuk bersabar dan menjaga kesucian diri sehingga dapat menjalankan amal sholeh.
Suatu amal tidak akan sempurna bila masih ada salah satu diantara empat ini. Menghapusnya bukan perkara mudah apalagi bila tlah menjadi perangai. Apabila satu atau lebih dari empat hal ini menguasai hati, maka yang bathil bisa jadi tampak baik. Kalaupun melakukan amalan-amalan, sering amalan tersebut dirusak olehnya.
Sumber munculnya empat hal ini adalah kekeliruan hamba dalam mengenal diri dan Rabbnya. Apabila seorang hamba telah benar dalam mengenai kesempurnaan sifat-sifat Allah SWT dan memahami kehinaan dirinya maka akan dapat menempatkan kedudukan dirinya sebagaimana mestinya. Dengan demikian tidak muncul kibr yang merupakan kesombongan serta hasad.
Menghilangkan keduanya dengan ma’rifatullah, ridha dan mentauhidkan-Nya. Kibr berbahaya karena ia bagaikan penguasa atau raja yang zalim dapat sewaktu-waktu mencelakakan. Ghadab dihancurkan dengan ma’rifatunnafs atau mengenal diri dan memahami bahwa diri tidak berhak untuk berdendam namun harus ridha pada-Nya. Ghadap berbahaya kerana seperti binatang buas yang dapat menerkam sewaktu-waktu. Cinta dan benci hanya karena Allah semata. Nafsu syahwat diperangi dengan ilmu dan makrifat atau pengetahuan yang menyadarkan bahwa mengekang nafsu akan memuluskan jalan menuju-Nya. Nafsu syahwat berbahaya karena seperti api yang dapat membakar diri. Hasad bagai bermusuhan dengan orang yang lebih kuat.

No comments:

Post a Comment