Tuesday, April 3, 2012

Tata Cara Berdo’a seperti Dicontohkan Rasulullah SAW


Hasan Al Banna dalam bukunya MUNAAJAH menuangkan tulisannya mengenai bagaimana Rasulullah SAW berdo’a. Beberapa hal yang perlu kita perhatikan adalah sebagai berikut.
1.       Mengangkat kedua telapak tangan dan mengusap kewajah setelah selesai berdo’a. ‘…. Bila memohon kepada Allah, maka angkatlah kedua telapak tanganmu, jangan dengan cara membaliknya. Bila telah selesai berdo’a, maka usaplah pada wajahmu,’ HR. Abu Daud.
2.       Menghadirkan hati dan yakin akan terkabulnya do’a. Rasul SAW bersabda, ‘Berdo’alah kalian kepada Allah. Dan yakinlah bahwa do’amu akan dikabulkan-Nya. Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan do’a orang yang lalai,’ HR. Tirmidzi.
3.       Mengawali do’a dengan ucapan hamdalah dan sholawat, menyelingi dan menyudahi dengan sholawat pula. Rasul SAW bersabda, ‘…Bila kamu mau berdo’a, maka mulailah dengan membaca hamdalah dan memuji-Nya, sholawat ke atas Nabi SAW. Kemudian, berdo’alah semaunya,’ HR. Asha Abus Sunan.
4.       Mengakhiri dengan ucapan aamiin. Ketika ada seorang lelaki berdo’a dan para sahabat sedang berjalan dengan Rasulullah, beliau berhenti dan mendengar do’a lelaki itu. Sabda Rasul, ’Katakanlah hendaknya ia menutub do’a dengan sesuatu yang baik untuk berharap. Bagaimana caranya, Tanya para sahabat. ‘Dengan ucapan aamiin,’ jawab beliau. Rasul pun meninggalkan tempat itu dan ada sahabat yang menyampaikan pesan itu kepada lelaki yang berdo’a tadi. HR. Abu Daud.
5.       Dengan tenang dan suara pelan.
6.     Memakai kalimat yang singkat dalam artinya. Kata Aisya ra. ‘Rasulullah SAW lebih senang pada do’a dengan kalimat yang maknanya luas dan meninggalkan selain itu.' 
7.      Mengulangi do’a dan istighfat 3x. ‘Rasulullah SAW lebih senang mengulangi do’a, dan istighfarnya sebanyak 3x, kata Ibnu Mas’ud. Riwayat lain dikatakan Rasul SAW menyuruh sahabat membaca istighfar sebanyak 70x.
8.  Jangan meminta segera terkabul. ‘Do’a seseorang akan mudah dikabulkannya, bila ia tidak tergesa-gesa. Misalnya ia berkata; aku sudah berdo’a namun tidak dikabulkan-Nya, HR Ashaabun Sittah, kecuali Nasa’i.
9.     Tidak berdo’a mengenai hal yang buruk. ‘Janganlah kamu mendo’akan dirimu, putra-putrimu, pembantumu, dan hartamu dengan do’a keburukan. Siapa tahu waktu itu bertepatan dengan saat dikabulkannya do’a. Tentu kamu akan merugi karenanya, sabda Rasul dituturkan oleh Jabir ra. HR. Abu Daud.
10.   Memulai do’a untuk diri baru orang lain. ‘Adalah nabi SAW, jika mendo’akan seseorang maka beliau memulai berdo’a untuk dirinya sendiri,’ kata Ubay bin Ka’ab ra. HR. Tirmidzi.

No comments:

Post a Comment