Saturday, June 2, 2012

5 Juni yang Kedua


Setiap menjelang tanggal kelahiran seseorang tersayang diantara kami, biasanya kami berunding tentang apa yang akan diberikan untuk yang tersayang tersebut. Begitu juga menjelang 5 Juni, itu hari lahir bapaknya Lisa, Hanif dan Athifa. Hadiah biasanya berupa barang yang dibungkus unik oleh anak-anak. Namun, 5 Juni tahun 2012 ini, adalah tahun kedua kami tidak dapat lagi memberi kado cantik berupa barang lagi. Beliau telah pergi, pergi tak kembali yang nantinya kita semua akan menyusul juga ke sana. Saya merenung apa persembahan terbaik saya untuk dia yang telah pergi, di hari ulang tahunnya. Terfikir, mestinya ia sudah tidak lagi membutuhkan hal-hal yang berkaitan dengan ulang tahun ini. Yang dia perlukan sekarang adalah seperti yang Rasul SAW sabdakan;
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).
Akhirnya, merawat dan memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak ini adalah salah satu persembahan yang terbaikku untuk dirimu karena ALLAH SWT. Selain kusadari juga, ini adalah bentuk tanggung jawab terhadap amanah dan karunia serta titipan dari-Nya berupa anak-anak tersayang ini.  Kuinginkan kau dan nenek moyang anak-anak ini akan tersenyum dan senantiasa dalam ketenangan dan kebahagiaan sepanjang waktu karena anak-anak ini beramal sholeh mengikut petunjuk Al Qur’an dan Hadits. Cita-citaku, cita-cita anak-anak dan juga cita-citamu mengantarkan anak-anak menjadi ahlul Qur’an semoga diberi kemudahan dan kelapangan jalan oleh-Nya. Bahagialah engkau di sana, semoga bahagia dan selamat pula kami nantinya, serta semua mukminin mukminat, dunia akhirat.
Do’a, dengan cinta dan kasih sayang karena ALLAH SWT, masih terus kami sampaikan untuk kebahagiaanmu. Senyumlah engkau di sana, tenanglah engkau di sana. Semoga ALLAH SWT meridhaimu dan malaikat-malaikat-Nya pun tlah menyambutmu dengan suka-cita, dan semoga kini kau telah bersama orang-orang sholeh terdahulu.

No comments:

Post a Comment