Sunday, July 8, 2012

Dilema Isteri; Rasa Tidak Disayangi

Berbagai penyebab yang dapat menyebabkan timbul rasa tidak disayangi pada isteri adalah;
1.       Komunikasi, awal pernikahan mesra setelah agak lama memudar kemesraan berkomunikasi,. Misalnya, dulu mengucapkan kata-kata yang menunjukkan perhatian ketika isteri ketika isteri jatuh, namun sekarang tidak lagi seperti dulu.
2.       Pengorbanan yang tidak dihargai, sehingga timbul rasa tidak disayangi. Misal istri bantu suami mencari nafkah dan tetap melakukan pekerjaan rumah. Suami tidak menyadari, sehingga lupa ucapkan terima kasih walaupun isteri ikhlas. Islam tak menafikan kemanusiaan, tidak ada salahnya ucapkan terima kasih. Sebenarnya itu karena kurang ilmu terutama ilmu dalam mengurus rumah tangga. Kadang suami juga cemburu dengan kejayaan isteri.
3.       Hobi yang mengganggu keluarga, misalnya motor yang terlalu menyita waktu dan perhatian.
4.       Kemampuan yang kurang. Kemampuan yang kurang kemungkinan besar kurang latihan namun bisa jadi kurang ilmu.
5.       Berlaku kasus poligami, isteri merasa terkhianati, apalagi teringat janji-janji awal bersama. Empat jenis; 1. Poligami pincang, tidak mampu tapi berpoligami. Kalau begini bisa jadi menzalimi dan hukumnya haram. Baik kalau lelaki ini puasa. 2. Dia mampu, tapi tidak mampu mendamaikan kedua isteri termasuk tidak tahu ilmunya. Jika isteri pertama marah, terus ia 3 bulan tidak pulang ke rumah isteri pertama, tidak baik itu. 3. Poligami lemah, dia tahu tapi tidak kuat. 4. Poligami sunnah, ia tahu dan mampu. Kalau isteri marah maka ia menghormati/sabar karena tahu isterinya terhiris hatinya. Dari pengalaman yang terjadi selama ini, isteri lebih terhiris lagi hatinya bila suami sudah poligami dengan diam-diam karena melakukan dual hal, menipu dan menikah lagi. Untuk melakukan poligam, yang harus dilakukan suami pertama kali harus beri sokongan pada isteri karena ia akan terpukul bisa dikatakan tidak bisa menjaga suami, dll. Perempuan ini sering hidup dengan bayangan, misalnya ia sangat terpukul membayangkan suami dengan perempuan lain.
Berdasarkan kelima hal tersebut, diobati dengan agama, untuk mengobati perlu dekat dengan Allah SWT. Terus dan terus mencari ilmu supaya dapat menghindarkan hal tersebut terjadi atau mengatasi masalah.
Untuk isteri; bina sikap qonaah, suami itu merupakan ujian dari Allah, beri penerangan kepada suami dengan beberapa cara. Pilihan terakhir adalah fasakh tapi setelah melakukan berbagai penyelesaian secara baik-baik. Terus memperbaiki diri dan dekatkan diri dengan Allah semoga bisa merasa tenang bahagia karena hanya orang yang bahagia dapat membahagiakan orang lain.
Majelis ilmu ikim fm, Ustadz Amin. Senin 8 Juli 2012.

No comments:

Post a Comment