Saturday, November 3, 2012

Menyapa Sesama, Melerai Luka


Entah berapa tulisan saya post-kan dalam blog ini, mengenai ujian, musibah, cobaan, saya tidak ingat lagi. Terkadang selain berupa tulisan sederhana, berupa cerita kadang pula berupa puisi (kalau boleh disebut puisi). Yang jelas memang, blog ini ada dalam rangka mensupport sesama insan yang sedang mengalami ujian. Ujian banyak sekali macamnya, dari meninggalnya orang-orang yang terdekat, sakit, hubungan dalam perkawinan, hubungan dalam keluarga, saudara dan sesama insan, serta ujian-ujian lainnya.

Awalnya tidak dipungkiri tulisan-tulisan itu menyupport diri sendiri juga, karena tersadar bahwa hidup ini harus tegar dan mandiri. Kala seseorang yang biasa menyupport tlah tiada, tibalah saatnya menyupport diri sendiri. Setelah itu dengan basmallah, berlanjutlah tulisan-tulisan sederhana dalam blog ini sebagai salah satu cara menyahut apa yang diperintahkan bagi kita selaku seorang mukmin yaitu menyampaikan walaupun satu ayat. Menyampaikan, ya menyampaikan, itu yang sedang dan insyaAllah akan saya lakukan demi mencari keridhaan-Nya. 


Sangat terkesan dan tak terlupa hingga kini dukungan dari seseorang yang diberikan ketika ujian menyapa. Dukungan dari seseorang yang mengalami ujian yang serupa ternyata sangat-sangat berarti. Terdengar nasehat-nasehat yang diberikannya adalah dari dalam lubuk hatinya, karena ia memang benar-benar pernah bahkan masih mengalaminya. Dia seorang yang insyaAllah taat pada-Nya dan dapat dipercaya. 

Darinya saya merasa mendapat teman yang merasakan hal yang sama. Diceritakannya permasalahan dihadapinya sebagai akibat/kelanjutan ujian  yang utama (setelah ujian yang utama itu ada ujian-ujian kecil) dalam hidupnya serta bagaimana menyikapinya. Misalnya seseorang yang ditinggal bapaknya, selanjutnya ia mengalami ujian-ujian lain seperti masalah perlindungan secara ekonomi, sosial, dan lain-lainnya. Contah lainnya, seorang wanita yang diperlakukan kurang adil hanya karena suaminya telah tiada, cobaannya tidak hanya sekali kala suaminya meninggal namun juga setelahnya dan justru itu yang terkadang terasa berat dipikul, terkadang  wujudnya ghibah bahkan sampai fitnah. Walaupun demikian, nasehat bisa datang dari siapa saja termasuk yang belum pernah mengalami peristiwa yang terjadi seperti pada orang yang diberi nasehat.

Salah satu kalimat seorang sahabat yang sangat berkesan dan masih saya ingat-ingat sampai sekarang adalah "tidak ada yang keliru dalam setiap ketetapan Allah". Itulah salah satu kalimat yang membantu saya menguatkan  hati kala itu disamping nasehat dari ibu, ibu mertua, saudara dan sahabat serta do'a mereka. Dari sana saya menyadari bahwa dukungan dari hati ke hati kepada seseorang yang sedang menghadapi ujian adalah sangat perlu. 

Yang terpenting adalah pegangan kita pada Al Qur'an dan sunnah tetap kuat dalam keadaan apapun juga. Kala kesedihan mendalam beberapa hari setelah kepergian orang terdekat, dan kala menyendiri dengan-Nya, Dia-lah yang memberi penghiburan dan pengharapan. Dia pula yang menjadi tempat bergantung apalagi kala yang lain tiada. Kala itu tertaut mata, hati dan jiwa ini pada kalam-Nya: "Apabila sampai ajal seseorang maka tidak dapat ditunda atau dipercepat walau hanya sesaat." (QS. Al-A'raf, 34). Sungguh ayat itu penenang jiwa saat kita ditinggal pergi seseorang disamping ayat-ayat yang lain serta sabda-sabda Rasulullah SAW.
Selain di blog, terkadang bertemu muka merupakan salah satu cara yang efektif mensupport seseorang yang sedang memerlukan dukungan. Alhamdulillah, syukur karena Allah memberi kesempatan untuk sekedar sharing sedikit pengalaman kepada sesama yang sedang menghadapi ujian. Alhamdulillah belum lama ini Allah mempertemukan dengan seorang ibu empat anak yang suaminya baru saja meninggal, dan seorang gadis yang ibunya meninggal. Sungguh merupakan kebahagiaan kala sedikit kata-kata dengan ijin-Nya mungkin dapat sedikit melerai lara dalam dada sesama. Tanpa kekuatan dari-Nya, tidak ada daya bagi saya untuk sejenak menjadi teman berbagi bersama mereka. Semoga kita semua kuat dan tegar, menghadapi ujian dari-Nya, bukankan hidup ini memang untuk diuji. Firman Allah SWT:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Mulk: 2)


No comments:

Post a Comment