Wednesday, November 28, 2012

Monolog dari Rahim


Untuk kedua kalinya mengalir lagi air mata ini, ketika sayup-sayup kembali terdengar puisi yang dibacakan oleh ustadzah Norhafizah Musa di radio Institut Kefahaman Islam Malaysia (IKIM) FM. Seruan janin yang menghadapi kesukaran akibat perbuatan tak bertanggung jawab ibu dan bapaknya. Janin-janin itu tidak dikehendaki hadir di dunia, bahkan sejak awal mereka diketahui ada. Perlakuan yang semena-mena dan teramat kejam kepada mereka sangat berkebalikan dengan teman-teman mereka yang telah ditunggu kehadirannya. Yang lain disambut, diadzan dan diiqomahkan, diberi nama dan diperlakukan dengan sangat baik. Sedangkan janin tak dikehendaki ini  bahkan tidak dianggap ada. Wahai saudaraku, dengarkanlah seruan dari rahim ini.


Monolog dari Rahim


Wahai, manusia yang sudi mendengar
Tahukah engkau bagaimana rasanya
Dikandung oleh seorang ibu yang membenci kandungannya?
Apakah rasanya bernyawa di dalam rahim perempuan yg sedang berkira-kira utk membunuh anaknya ?
Apakah rasanya terbentuk daripada dosa perzinaan yang jelik?
Apakah rasanya menjadi bayi yang tidak diakui hak keturunannya?
Aku telah dikeji sejak dalam kandungan.
Aku telah dihina sejak manusia mengetahui kewujudanku.
 
Hanya Allah Yang Maha Tahu...
Betapa takutnya aku untuk lahir ke bumi.
Akan adakah manusia yang menyayangiku?
Akan adakah insan yang melindungiku?
Akan adakah orang yang mengazan dan mengiqamatkan aku?
Aku tidak bersalah.....salahkah aku untuk mendengar seruan agung daripada adzan dan iqamat?

Aku akan tetap lahir juga...
Tapi lahirku tidak sama seperti kawan-kawanku yang lain.
Mereka disambut....sedangkan aku amat takut.
Mereka dihias pakaian baru yang comel....sedangkan aku dibungkus dengan plastik hitam.
Mereka tidur di atas tilam empuk yang wangi.....sedang aku akan bakal dihumban ke dalam tandas yang busuk.
Mereka ditunggu dengan nama yang baik-baik....sedang namaku hanyalah sumpah seranah.

Tolong....tolong....tolong....
Dimanakah pembelaku? Dimanakah pelindungku? Kemanakah pelarianku?
Tolonglah manusia.....ada binatang menggigitku, ada anjing merobek kulit dan dagingku!
Tolonglah manusia....aku kelemasan dalam ruang yang gelap ini.
Aku amat sejuk! Aku kehausan! Aku lapar! Aku takut!
Aku keseorangan....memang beginikah dunia ini?

Wahai, Allah! Ambillah aku kembali, biarkan aku pulang ke hadrat-Mu Ya Allah, aku tak sanggup tinggal disini.
Menanggung dosa perempuan yang tidak akan sekali-kali ku panggil ibu.
Menanggung dosa lelaki yang aku haramkan lidahku memanggilnya ayah.
Aku ingin pulang ya Allah.....Kasihanilah aku....Wahai Yang Maha Mengasihani.

Kepada yang sudi mendengar,
Kutitipkan kata-kata ini
Sebelum alam yang menyiksakan ini kutinggalkan.
Jadikanlah diri kalian pembela dan pelindung.
Penyelamat dan rahmat kepada semua lapisan umat ini.
Jangan biarkan ramai lagi yang senasib denganku.
Ia terlalu pahit dan sukar untuk ditanggung oleh insan selemah aku.
Ia terlalu pahit dan berat untuk dipikul oleh bayi kerdil sepertiku.
Tegakkanlah amar makruf dan nahi mungkar.

Nukilan Rasa: Ustadzah Norhafizah Musa.

No comments:

Post a Comment