Monday, December 17, 2012

Hikmah Wujudnya Perasaan Cinta


Manusia ada di dunia ini karena cinta Allah kepada makhluk-Nya. Hubungan antara Allah dengan makhluk-Nya pun berdasarkan cinta. Dia pun menyifatkan diri-Nya sebagai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Selain cinta kepada Allah, Rasulullah dan jihad sebagai cinta yang utama, wujud pula cinta kepada yang lain. Cinta kepada yang lain dibenarkan namun dengan syarat tidak melebihi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Wujud cinta tersebut antara lain cinta kepada isteri atau suami, anak, benda, orang tua, dan lain-lainnya.
Menurut Fathi Muhammad Ath-Thahir dalam Hakadza Yablugha al-hubbu bainahuma, Daliluka ila as-sa’adah az-Zaujiyyah dinyatakan bahwa ada banyak hikmah wujudnya perasaan cinta.
1.   Merupakan ujian karena dapat menjadi ukuran bagi akhlak seorang hamba. Pada diri seorang hamba yang mendapat ujian ini dapat diketahui apakah ia akan melalui jalan yang mulia dan agung atau justru jalan kehinaan yang rendah. Selain itu juga akan teruji bagaimana ia menyikapi cinta, apakah secara berlebih-lebihan atau sepantasnya.
2.   Adanya cinta menyebabkan timbulnya kemajuan, perubahan, pembangunan dan kesejahteraan.
3.  Merupakan faktor penggerak yang utama dalam kehidupan manusia, hubungan antar manusia, dan pemanfaatan budaya manusia.
4.  Cinta pada tataran yang benar, akan mendukung ikatan kuat dalam keluarga, masyarakat, menciptakan keamanan, ketenangan, ketentraman di bumi.
5.   Bila iman menjadi dasar cinta, ketika sinarnya menghias hati maka akan tercipta keajaiban (Abdullah Nashih ‘Ulwan).

No comments:

Post a Comment